Naskah Teater Pendek


Dalam pementasan teater, terkadang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.  Satu adegan demi satu adegan akan berlangsung secara detail dan lama agar penonton lebih jelas mencerna isi dari cerita yang dipentaskan. Tetapi, ada juga dalam pertunjukkan hanya menampilkan adegan yang lebih pendek dan tidak lama. Biasanya untuk mementaskan ini hanya dibutuhkan naskah teater pendek.

Penulis cerita yang membuat naskah teater pendek ini harus lebih jeli dalam mengolah dan menyusun adegan demi adegan yang dibuat sesingkat mungkin dan langsung menuju ke titik akhir cerita/ending.

Contoh Naskah Teater Pendek

Judul : Pintu Toilet
Penulis : Dewi Irianti
Tokoh utama : Joko

Adegan satu: (Joko sedang berada di sebuah cafe yang sedang ramai, tiba-tiba ada seorang gadis datang, Joko tertarik karena kecantikannya)

Joko: Wah, ada cewek cakep nih, kenalan dong… (dengan percaya diri, Joko langsung menghampiri gadis itu dan mengajak kenalan)

Gadis itu : (Tersenyum malu-malu) Oh booleeh… saya Indrii… (tersenyum genit)

Joko : (Tersenyum lebar dan merasa hebat) Saya Joko, pengunjung tetap di cafe ini.  Biasalah, habis pulang kerja nongkrongnya yaa di sini!

Gadis itu hanya mengiyakan, lalu tersenyum dan pergi seraya minta maaf pada Joko.  Joko yang merasa tanggung dengan perkenalannya, lalu penasaran mengikuti ke mana gadis itu pergi. Oh ternyata ke toilet.  Joko pun pura-pura ikut mengantri di depan toilet.  Kebetulan, toilet pria dan wanita memang berdempetan pintunya.  Mereka berdua sama-sama mengantri di depan pintu.

Adegan dua:

Joko : (Masih mengantri) Aku kok seperti pernah lihat kamu? Di mana ya?

Indri : Ah masa sih?  Mirip aja kali… (tersenyum genit lagi)

Joko : Iya, aku melihat kamu di hatikuu… (Joko merayu sambil tertawa lebar diikuti oleh Indri yang juga tertawa lebar)

Kreeek… pintu toilet wanita terbuka.  Joko berhenti tertawa, dan mempersilahkan Indri untuk masuk duluan karena toilet pria masih ada orangnya.  Tapi Indri diam saja sambil tersenyum.  Kini senyumnya agak sedikit aneh.

Kreek… pintu toilet pria yang kini terbuka, berarti kini giliran Joko untuk masuk ke dalam toilet. Tapi..

Indri : Eh, Joko! Aku duluan yaa, soalnya sudah kebelet nih, gak nahaaan…(dengan suara laki-laki)

Joko : (Terdiam sambil menatap pintu toilet pria yang sudah tertutup lagi…)

Selanjutnya : Mencermati Urat dan Otot Tangan Manusia
Sebelumnya: Peranan Penulis Naskah Dialog Film Laskar Pelangi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar