Natrium Klorida Dan Kalium Dalam Ilmu Gizi


Ilmu Gizi merupakan cabang ilmu yang mempelajari adanya keterkaitan yang erat antara makanan yang masuk kedalam tubuh dengan kandungan zat makanan tersebut, manfaat serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai bahan yang tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Yaitu bahasan Natrium dalam ilmu gizi.

Natrium klorida adalah nama ilmiah dari garam dapur. Mempunyai rumus NaCl yang berarti mengandung Natrium dan Chlorida dan terdiri atas 40% natrium berat.

Banyak makanan yang mengandung zat natrium ini seperti makanan siap saji, makanan kaleng, baking soda, makanan dan minuman bersoda, makanan yang diawetkan dan lain-lain.

Pada dasarnya, garam dapur terkandung dua komponen dasar yang bermanfaat bagi tubuh, Yaitu Sodium dan Klorin yang jika dileburkan ke dalam air akan memisah.

Sodium berguna sebagai penjaga syaraf manusia dan menguatkan otot tubuh. Namun kadar sodium yang dibutuhkan tubuh manusia hanya berkisar 500mg, selebihnya akan menyebabkan penyakit.

Sedangkan kandungan klorin dalam garam berguna membentuk asam klorida dalam lambung yang dapat membunuh kuman penyakit serta mengubah pepsinogen menjadi pepsin yang bermanfaat bagi pencernaan.

Namun, segala sesuatu yang berlebihan diluar kadar yang dibutuhkan akan menimbulkan penyakit. Termasuk dengan kelebihan kadar garam dalam tubuh, juga akan menimbulkan penyakit. Seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, berbeda dengan natrium, kalium memiliki zat yang sifatnya berkebalikan dengan natrium. Kalium berfungsi sebagai diuretik yaitu meningkatkan pengeluaran cairan natrium dalam tubuh yang biasanya melalui urine.

Kalium banyak terdapat pada buah-buahan. Seperti air kelapa, pisang, alpukat, tomat, nangka, pepaya, apel merah. Sedangkan pada sayuran terdapat pada daun pepaya muda, bayam, kapri, dan kembang kol. Sehingga bagi yang kelebihan natrium dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral kalium tersebut.

Namun, yang menjadi catatan penting dalam upaya mengkonsumsi kalium adalah zat kalium yang mudah hilang saat proses pengolahan.

Pemotongan yang terlalu kecil, pencucian bahan makanan di air yang mengalir, ditambah perebusan bahan, dapat menghilangkan kadar kalium dalam bahan makanan tersebut.

Dengan mengetahui lebih jauh tentang kalium dan garam atau natrium dalam gizi, kita akan tahu dan berhati-hati dalam memilih dan memilah makanan dan minuman yang akan kita konsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

Selanjutnya : Nama Wanita Sebagai Doa Agar Kelak Banyak yang Mengasihi
Sebelumnya: Keistimewaan Negara Singapura
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar