Negara di Asia Tenggara yang Menganut Sistem Presidensial


Ada tiga negara di Asia Tenggara yang menganut sistem presidensial, yaitu Indonesia, Myanmar, dan Filipina. Ketiga negara tersebut merupakan negara yang dipimpin oleh seorang presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Sistem pemerintahan presidensial digunakan oleh negara yang berbentuk republik. Dalam negara republik, kekuasaan eksekutif terpisah dengan kekuasaan legislatif. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh seorang presiden beserta wakil-wakilnya. Sementara, kekuasaan legislatif berada di parlemen.

Dalam pemerintahan sistem presidensial, seorang presiden dan wakilnya dipilih secara langsung oleh rakyatnya melalui penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Oleh karena itu, dalam sistem seperti ini posisi seorang presiden cukup kuat dan relatif sulit untuk dijatuhkan.

Namun, dalam kasus-kasus tertentu, seperti pelanggaran konstitusi atau pengkhianatan kepada negara, posisi seorang presiden bisa saja dijatuhkan. Dalam kasus seperti ini, maka lembaga legislatif berwenang untuk memberhentikan posisi seorang presiden.

Indonesia, Myanmar, dan Filipina adalah tiga negara berbentuk republik di Asia Tenggara yang mengadopsi sistem presidensial. Sementara, negara seperti Malaysia dan Singapura, yang sama-sama berbentuk republik, menggunakan sistem parlementer.

Negara Asia Tenggara lainnya merupakan negara monarki konstitusional, di antaranya Brunei, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Sementara, Laos merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berbentuk negara komunis.
Pada tahun 2002, Timor Leste secara resmi terbentuk dan berdiri sebagai negara merdeka. Saat ini, Timor Leste telah menyatakan bergabung ke dalam anggota ASEAN. Dengan demikian, Timor Leste termasuk ke dalam perkumpulan negara di Asia Tenggara.

Bentuk negara Timor Leste adalah republik dengan sistem pemerintahan parlementer. Presiden adalah kepala negara yang dipilih langsung secara demokratis untuk masa jabatan lima tahun. Sementara, kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri dengan dibantu oleh Dewan Menteri.

Dalam sistem pemerintahan parlementer, posisi presiden lebih menunjukkan seremonial atau simbol saja. Meskipun posisinya sebagai kepala negara, namun kekuasaan penuh tetap berada di lembaga parlemen. Hal itu berbeda dengan sistem presidensial, posisi presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Demikianlah informasi tentang negara di Asia Tenggara yang menganut sistem presidensial. Sistem pemerintahan yang dianut oleh Indonesia, Myanmar, dan Filipina.

Selanjutnya : Tips Biar Cepat Kelahiran
Sebelumnya: Cara Melihat Tweet Lama
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar