Mengenal Lebih Jauh Negara Libya


Negara Libya merupakan salah satu negara besar dan maju di benua Afrika, tepatnya Afrika Utara. Berdasarkan luas wilayahnya yang mencapai hampir 1,8 juta km2, menjadikan negara ini terbesar ke-4 di Afrika. Sementara dalam ranking dunia mampu menempati urutan ke-17 sebagai sebuah negara terluas wilayahnya.

Luas negara beribukota Tripoli ini dibatasi oleh Chad dan Nigeria di bagian selatan, sementara bagian utara dibatasi oleh Laut Tengah. Bagian barat berbatasan dengan Aljazair dan Tunisia, sedangkan wilayah timur dengan Mesir, serta Sudan di tenggara.

Lybia Negara Maju

Selain wilayahnya yang luas, Libya juga termasuk negara maju. Hal ini bisa dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tercatat sangat tinggi. Menurut laporan PBB tahun 2010 indeks IPM Libya mencapai angka 0,855, nilai yang dikategorikan ‘very high’ (sangat tinggi).

Nilai IPM yang sangat tinggi tersebut, bisa jadi karena ditunjang oleh sektor pendidikan di Libya. Sebagaimana diketahui semua warga di negara ini mendapatkan pendidikan secara gratis. Sementara untuk program wajib belajar bagi warga sampai jenjang tingkat menengah.

Dengan dukungan anggaran nasional mencapai lebih dari 38 persen untuk sektor pendidikan, menjadikan tingkat “melek huruf” penduduk Libya mencapai 82%. Artinya sebesar 82 persen penduduk Libya mampu membaca dan menulis. Hingga kini diperkirakan ada 84 lembaga pendidikan kejuruan, dan 12 di antaranya adalah universitas umum.

Sementara dalam bidang perekonomian, negara dengan mata uang Dinar ini mempunyai  tingkat PDB tertinggi di kawasan Afrika. Menurut laporan IMF, pada tahun 2010 PDBnya mencapai sekitar $331 miliar, dan pendapatan per kapita mencapai lebih dari $40.000.

Sektor pertambangan minyak merupakan pendukung utama perekonomian Libya. Diketahui, Libya merupakan negara produsen minyak tertinggi ke-17 di dunia. Dan menurut OPEC, Libya memiliki cadangan minyak sangat melimpah dan menempati urutan terbesar ke-10 dunia.

Dengan cadangan minyak yang melimpah tersebut, Libya pun menjadi ajang perebutan kekuasaaan politik internasional. Tumbangnya penguasa Muammar Qadhafi, yang dikenal “pemimpin bertangan besi” sekitar tahun 2011, menandai babak baru era pemerintahan di Libya.

Hingga kini Libya masih dibayang-bayangi oleh perang saudara. Akibatnya, negara yang dulunya besar dan maju di kawasan Afrika itu, kini banyak dihiasi aksi kekerasan dan peperangan. Akhirnya, Negara Libya yang dulu disegani dalam hubungan politik internasional, kini mulai pudar wibawanya.

Selanjutnya : Memilih Ragam Dekorasi Pelaminan Unik
Sebelumnya: Makalah Peristiwa Letusan Gunung Berapi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar