Negara-negara Kapitalisme Menuai Kritik Tajam


Negara-negara kapitalisme menuai kritik tajam. Kenapa bisa demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus paham apa yang disebut kapitalisme itu. Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang dianut oleh sebuah negara. Kunci atau ciri utama sistem perekonomian model ini adalah adanya kebebasan setiap warganya untuk mengelola aset-aset produksi. Dengan demikian, perekonomian cenderung dikuasai secara pribadi atau swasta. Pemerintah sama sekali tidak ikut campur dalam jalannya roda perekonomian.

Menguntungkan Sebagian Pihak

Oleh sebagian pihak yang mempunyai kuasa dan modal tinggi, kapitalisme dianggap sangat menguntungkan mereka. Karena dengan sistem ini kemungkinan mereka dapat menguasai aset-aset yang bersifat vital untuk kebutuhan orang banyak. Dengan demikian, mereka bisa melambungkan harga demi mencapai laba yang tinggi.

Jika sudah demikian, yang akan dirugikan adalah pihak customer. Suka atau tidak, mereka harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan vital mereka. Pantas saja, banyak orang yang mengatakan jika kapitalisme akan membuat orang yang kaya semakin kaya, dan orang yang miskin akan semakin miskin.

Kapitalisme pertama kali dikenalkan di daratan Eropa pada abad ke 16 oleh Adam Smith. Sedangkan negara pertama kali yang menerapkan sistem ini adalah Amerika Serikat dan Perancis. Baru sekitar abad ke-19 banyak negara-negara kapitalisme lain yang bermunculan. Negara tersebut antara lain Ingris, Jepang, Korea, Afrika Selatan, dan sebagainya.

Dalam praktiknya, negara-negara tersebut banyak sekali mendapatkan kritikan, baik dari negara lain yang tidak menganut sistem ini maupun dari masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan kapitalisme cenderung mengakibatkan monopoli perdagangan. Kapitalisme juga terkesan tidak memperhatikan kesejahteraan kaum bawah karena yang dicari adalah keuntungan sebsear-besarnya pada pihak yang berkuasa. Wajar saja jika banyak masyarakat yang merasa tertekan dengan sistem ini.

Peran Pemerintah

Jika sudah demikian, apa peran pemerintah? Pemerintah yang seyogyanya memperhatikan kesejahteraan rakyat tak dapat berkutik menghadapi sistem perekonomian kapitelisme ini. Oleh karena itu, sistem kapitalisme klasik ini lalu diperbarui dengan sistem kapitalisme yang lebih modern. Perubahannya pun cukup signifikan, yaitu mulai diberlakukannya undang-undang anti monopoli perdagangan. Pemerintah diperbolehkan ikut campur dalam perekonomian negara. Hak azasi pekerja mulai diperhatikan.

Dengan diberlakukannya sistem yang baru, diharapkan negara-negara kapitalisme ini lebih ‘manusiawi’ dalam menjalankan roda perekonomiannya. Kesejahteraan semua lapisan harus mulai diperhatikan. Tidak hanya berpihak kepada mereka yang kaya, tetapi juga melindungi mereka yang berada di bawah garis perekonomian negara tersebut. Dengan demikian, negara-negara ini tak lagi terlalu mendapatkan kecaman dari seluruh penjuru dunia.

Selanjutnya : Kerusakan Lingkungan dan Penyebabnya
Sebelumnya: Keanekaragaman Budaya di Papua Barat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar