Negara yang Menganut Teori Kedaulatan Raja


Negara yang menganut teori kedaulatan raja meletakkan kekuasaan di tangan raja. Di antara negara-negara yang masih menganut teori ini adalah Inggris, Malaysia, Brunai, Spanyol, dan Belanda. Sebenarnya masih banyak kerajaan yang berdiri di dunia tetapi tidak mempunyai kekuasaan atau tidak diberi kekuasaan lagi.

Pengaruh Teori Kekuasaan Raja

Inggris menjadi di antara negara yang menganut teori kedaulatan raja yang paling terkenal. Kekuasaan Ratu Inggris masih cukup besar dalam wilayah kenegaraan. Ratu bukan saja menjadi suatu simbol. Ratu mempunyai wewenang yang tidak sedikit. Rakyat Inggris pun sepertinya tidak keberatan dengan sistem kerajaan yang mereka miliki sekarang ini. Sistem ini dianggap masih menguntungkan terutama dari segi wisata.

Ratu Inggris dicintai oleh rakyatnya. Mereka peduli dengan kehidupan keluarga kerajaan. Mulai dari perayaan ulang tahun ratu, kelahiran cucu ratu, hingga perayaan kekuasaan sang ratu. Rakyat Inggris percaya bahwa dengan sistem ini, ada yang memperhatikan mereka. Sehari-hari yang menjalankan kekuasaan negara memang Perdana Menteri. Tetapi, ratu pun tidak akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan negara.

Brunai Darussalam

Negara lain yang masih menggunakan sistem kerajaan dan raja mempunyai pengaruh dalam kehidupan negara, adalah Brunai Darussalam. Sang raja bahkan digambarkan mempunyai kekuasaan yang cukup besar. Tapi Raja Brunai ini dikenal sebagai raja yang tidka makan harga negara sendiri. Ia memang mmepunyai istana dengan taburan emas. Ia juga mempunyai ribuan mobil mewah. Ia mempunyai istri lebih dari satu.

Tapi rakyatnya makmur. Pendidikan dan kesehatan gratis dan bukan layanan yang biasa. Bahkan tidak banyak taksi yang ada di Brunai. Setiap orang mempunyai mobil sehingga taksi tidak dibutuhkan. Tingkat kemakmuran yang luar biasa tingginya sehingga rakyat Brunai bisa berbelanja ke luar negeri.

Tingkat kriminalitas rendah. Pembangunan melesat. Rakyat merasa puas. Mereka pun menyayangi rajanya dan yakin bahwa walaupun dalam sistem pemerintahan yang dipimpin raja ini, keluarga kerajaan memegang peranan penting, mereka tetap diperhatikan. Tidak ada keresahan dan kegelisahan sehingga akan memberontak. Rakyat dan raja masih bisa bekerja sama dengan baik.

Berbeda dengan negara seperti Perancis yang melakukan revolusi atas sistem kerajaan. Sistem ini dianggap tidak demokratis. Namun masih ada Malaysia, Belanda, dan Spanyol yang masih mempunyai kerajaan tapi  bukan merupakan negara yang menganut teori kedaulatan raja. Yang memegang peranan penting dalam negara tetap Perdana Menteri dan jajarannya. Pengaruh raja tidak terlalu besar.

Selanjutnya : Obat Tradisional untuk Mengobati Ginjal
Sebelumnya: Macam-macam Penyakit yang Mematikan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar