Nilai dalam Unsur Ekstrinsik pada Cerita Panji


Hikayat merupakan salah satu jenis karya sastra Melayu berbentuk prosa, bersifat cerita rekaan disertai silsilah serta mengandung pesan bersifat keagamaan dan historis.

Hikayat memiliki unsur intrinsik (tema, alur cerita, penokohan) dan unsur ekstrinsik (latar belakang budaya masyarakat, keadaan sosial).  Hikayat Panji Semirang adalah salah satu contohnya. Artikel ini akan membahas mengenai nilai dalam unsur ekstrinsik pada cerita Panji.

Hikayat Panji Semirang bertema cerita cinta segitiga antara tiga tokoh utamanya: Raden Inu Kertapati, Galuh Candra Kirana dan Galuh Ajeng.

Alkisah hiduplah Raja Daha yang mudah dihasut sang selir bernama Paduka Liku (ibu dari Galuh Ajeng), sang permaisuri tewas diracun Paduka Liku dan meninggalkan putri bernama Galuh Candra Kirana.

Paduka Liku memantra-mantrai Raja Daha untuk mengistimewakan Galuh Ajeng. Raja Kuripan berniat menjodohkan putranya, Raden Inu Kertapati dengan Galuh Candra Kirana.

Suatu hari Raden Inu Kertapati mengirimkan dua boneka ke istana Daha. Galuh Ajeng memilih bungkusan sutra mahal berisi boneka perak, boneka emas dibungkus kain biasa menjadi milik Galuh Candra Kirana. Hal ini membuat Raja Daha murka dan Galuh Candra Kirana memutuskan melarikan diri dari istana.

Dalam pelariannya ia mendirikan kerajaan dan menyamar sebagai Panji Semirang, ia sempat menjalin persahabatan dengan Raden Inu Kertapati. Rencana pernikahan Raden Inu Kertapati–Galuh Candra Kirana batal, berubah menjadi pernikahan paksa Raden Inu Kertapati–Galuh Ajeng.

Raden Inu Kertapati yang tak mencintai Galuh Ajeng pergi berkelana dan berusaha menemukan Panji Semirang yang dicurigainya sebagai Galuh Candra Kirana, sayangnya Galuh alias Panji Semirang telah meninggalkan keraton dan bertapa di hutan bersama Biku Gandasari, sang bibi.

Sang bibi menyarankan Galuh untuk meninggalkan pertapaan demi mewujudkan impian bertemu Raden Inu Kertapati dan menyamar menjadi Gambuh Warga Asmara yang kemudian menjadi penari tetap istana Gageleng.

Penyamarannya terbongkar ketika Raden Inu Kertapati mendapatinya membelai boneka emas hadiahnya. Raden Inu Kertapati pun menikah dengan Galuh Candra Kirana dan Galuh Ajeng diusir dari istana.

Unsur ekstrinsik Hikayat Panji adalah budaya Raja yang beristri lebih dari satu dan menyebabkan kemelut dalam keluarga serta perjodohan antar warga kerajaan merupakan alasan politis.

Sedangkan pesan moral yang membangun nilai dalam unsur ekstrinsik pada cerita panji ialah kebenaran pasti mengalahkan kejahatan.

Selanjutnya : Nikon D3100 Harga Terjangkau dan Murah
Sebelumnya: Contoh Kata Pengantar Training
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar