Nilai Moral dalam Cerita Sahabat


Di dalam kitab “Wasyauqahu Ya Ramadhan” diceritakan tentang potret kehidupan Abu Bakar. Ada nilai moral cerita sahabat Rasulullah Saw tersebut. Tingkah lakunya layak ditiru. Berikut ini riwayat tentang moral Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Abu Bakar mendesak Rasulullah Saw. untuk menyebarkan Islam secara terbuka. Saat itu, sahabat Nabi baru sekitar 30 orang. Rasulullah Saw berkata, “Wahai Abu Bakar, jumlah kita masih sedikit.” Namun Abu Bakar terus mendesak Nabi, hingga akhirnya Rasullulah Saw menyetujui.

Mereka berdua kemudian pergi ke masjid. Abu Bakar terang-terangan mengikrarkan keislamannya di hadapan kaum Musyrikin.  Saat itu, Rasulullah sedang duduk.

Tentu saja, hal ini menyulut kemaharan kaum Musyrikin. Mereka memukuli Abu Bakar. Seorang fasik bernama ‘Utbah bin Rabi’ah menghantam wajah Abu Bakar dengan sendal kulit.

Tidak berselang lama Bani Tamim datang menyelamatkan Abu Bakar dari kezaliman kaum musyrikin. Kemudian Bani Tamim membawa Abu Bakar ke rumahnya. Mereka menduga akibat hajaran orang-orang musyrik tersebut Abu Bakar tidak akan selamat.

Setelah membawa Abu Bakar ke rumahnya, Bani Tamim kembali ke masjid dan berkata, “Demi Allah, jika Abu Bakar meninggal dunia, kami akan membunuh ‘Utbah bin Rabi’ah!” kemudian mereka kembali menjenguk Abu Bakar.

Abu Qahfah dan Bani Tamim mengobati Abu Bakar dan mencoba mengajaknya berbicara. Sore harinya, ia baru bisa menggerakkan bibir dan berbicara.

Abu Bakar berkata, “Apa yang mereka lakukan terhadap Rasulullah? Apa mereka menyakitinya? Apakah mereka memukulinya?”
Bani Tamim berkata kepada Ummu Khair, ibunda Abu Bakar, “Beri dia sesuap makanan atau seteguk air”. Ketika hendak diberi minum, Abu Bakar kembali bertanya, “Bagaimana keadaan Rasulullah Saw?” Ummu Khair menjawab, “Sungguh, aku tidak tahu kabar sahabatmu itu”.

Abu Bakar berkata: “Datanglah Ibu ke rumah Ummu Jamil binti Al-Khattab, dan tanyakan kepadanya tentang kabar Rasulullah.” Akhirnya Ummi khair pun pergi dan mendapatkan jawaban dari Ummu Jamil bahwa Rasulullah Saw sehat.

Setelah itu, Abu Bakar menanyakan dimana Rasulullah? Lalu dijawab oleh Ummu Jamil, Beliau ada di Darul arqam”. Abu Bakar meminta diantarkan ke sana. Setelah melihat Rasulullah, baru ia minum dan makan.

Inilah nilai moral dalam cerita sahabat Rasulullah Saw. Abu Bakar begitu sangat menyayangi Rasulullah Saw hingga tak ingin melihatnya terluka.

Selanjutnya : Cara Aman Menangani Limbah Cair
Sebelumnya: Contoh Jurnal Internasional Ekonomi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar