Nilai Moral dan Nilai Budaya dalam Lagenda Tangkuban Perahu


Barangkali inilah kisah dongeng yang sangat brutal dalam penceritaan di Nusantara. Nilaimoral dan nilai budaya dalam lagenda Tangkuban Perahu bisa dipastikan bercampur baru dalam kisah kisah yang membuat risih siapapun yang akan mencernanya. Tak kurang ada masalah insest, odipeus complex, dendam, beastiality, hysteria, dan semua moralitas manusia tentang seksualitas menyimpang dalam kisah ini. Bagaimana kisahnya?

Sekali waktu, ada seorang putri di Kerajaan Parahyangan yang disebut Dayang Sumbi. Seperti khasnya untuk putri dari jenis cerita sejenis, dia baik cantik dan cerdas, meskipun terlalu manja. Suatu hari, ketika menjahit di beranda istana, entah alasan dia merasa pusing dan mual. Dia menjatuhkan berkali-kali alatjahit. Maka sikap manjanya muncul dan dalam kemarahan, ia mengucapkan janji ceroboh bahwa dia akan menikah dengan siapa pun atau apa pun yang akan memberikan kembali alat jahit kepadanya.

Ternyata yang mengambilnya dan memberikan kembali padanya adalah anjing yang bernama Tumang. Dibatasi oleh sumpahnya sendiri, dia dan anjing kemudian menikah. Jadi Dayang Sumbi dan Tumang hidup pada pernikahan yang bahagia, dan meskipun ada ketidakmungkinan biologis, keduanya dikaruniai seorang putra yang sehat bernama Sangkuriang.

Sangkuriang kemudian tumbuh menjadi seorang pria muda yang diberkati dengan kesaktian dan penampilan yang gagah. Dia tidak pernah tahu, bagaimanapun, bahwa anjing yang bersama dengan ibunya dan dirinya itu sebenarnya ayahnya.Suatu hari, Dayang Sumbi memerintahkan Sangkuriang untuk berburu rusa. Frustrasi oleh kegagalan dalam berburu ia membunuh si Tumang. Dan kemudian menyajikan daging anjing itu untuk ibunya sebagai daging rusa yang diburu di hutan.

Dayang Sumbi, yang tidak menyadari bahwa daging itu dibuat dari bangkaisuaminya, digunakan sebagai makanan utama. Dia belakangan menyadarinya lalu dia memukul anaknya dan meninggalkan bekas luka di dahi Sangkuriang. Karena tindakan ini, Dayang Sumbi diusir dari kerajaan oleh rajadan Sangkuriang karena cedera itu kehilangan ingatan.

Dan keduanya bertemu kembali dengan sama sama tidak saling ingat wajah satu sama lain, saling jatuh cinta, sampai akhirnya Dayang Sumbi sadar bahwa itu anaknya sendiri yang hendak ia nikahi. Akhirnya dayang sumbi membuat mission impossibleagar anaknya tidak jadi menikahinya, dengan meminta pembuatan kapal dalam waktu semalam.

Sebagaimana dalam cerita pembuatan kapal itu gagal, dan Sangkuriang yang marah menendang kapal itu hingga terbalik dan membentuk gunung Tangkuban Perahu bagai gunung dengan penampilan perahu terbalik.Nilai moral dan nilai budaya dalam lagenda Tangkuban Perahu pada akhirnya bisa Anda ambil sendiri.

Selanjutnya : Anak Kucing Persia Putih yang Menarik
Sebelumnya: Contoh Aliran-aliran Sastra
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar