Nilai-nilai Budi Pekerti dalam Hikayat Patani


Nilai-nilai budi pekerti dalam hikayat bisa menjadi pelajaran tentang hidup yang cukup berharga. Pelajaran hidup yang terkandung dalam hikayat ini tidak terkesan menggurui, sehingga mudah diterima oleh masyarakat, terutama anak-anak.

Hikayat serupa dengan dongeng, namun umumnya tempat dan nama-nama tokoh yang ada pada hikayat cukup jelas. Tidak seperti dongeng. Salah satu hikayat yang memiliki kandungan nilai budi pekerti adalah Hikayat Patani.

Cerita hikayat Patani ini bercerita tentang sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja bernama Raja Paya Tu Naqpa. Raja Paya memimpin setelah ayahandanya, Paya Tu Kerub meninggal dunia. Raja ini senang sekali berburu. Setiap mendengar sebuah wilayah memiliki banyak hewan buruan, ia segera bergegas bersama pasukan untuk memburunya.

Hingga suatu hari, raja bertemu dengan pasangan suami dan istri. Suami istri tersebut menceritakan sebuah tempat yang kaya akan hewan buruan. Mendengar hal tersebut, raja sangat tertarik. Ia pun memerintahkan untuk memindahkan kerajan ke daerah tersebut. Kerajaan pun berdiri dan namanya berubah menjadi Kerajaan Patani Darussalam. Artinya, adalah sebuah kerajaan yang sejahtera.

Kesejahteraan kerajaan itu seperti tidak terasa ketika tiba-tiba raja jatuh sakit. Sayembara dilakukan, siapa pun yang bisa menyembuhkan raja akan dijadikan menantu. Hingga datanglah Syekh Sa’id. Syekh Sa’id membuat perjanjian dengan raja, bahwa jika ia berhasil menyembuhkan raja, raja harus memeluk Islam. Raja menyanggupi, namun akhirnya ingkar.

Penyakit itu datang hingga tiga kali. Tiga kali pula Syekh Sa’id dibohongi. Namun, Syekh Sa’id masih terus bersabar dan mau menyembuhkan raja. Hingga akhirnya, raja benar-benar mau memeluk agama Islam. Meski demikian, ternyata raja belum meninggalkan kebiasaan buruknya.

Setelah membaca sekelumit kisah tersebut, kira-kira nilai budi pekerti dalam Hikayat Patani ini apa ya? Ada yang menjawab keserakahan raja berakibat datangnya azab, yaitu berupa penyakit, ada juga yang melihat ini dari sudut pandang Syekh Sa’id, bahwa kesabaran dan kebaikan hati akan membawa manfaat bagi banyak orang.

Pelajaran lain adalah berbuat baik hendaknya tidak mengharapkan imbalan, seperti yang dilakukan oleh Syekh Sa’id. Beliau juga tidak mendendam, padahal raja telah berkali-kali ingkar janji. Nilai-nilai budi pekerti dalam Hikayat Patani ini sedikitnya bisa memberikan pelajaran tentang kebaikan yang akan melahirkan kebaikan lainnya.

Selanjutnya : Contoh Korupsi di Indonesia yang Membudaya
Sebelumnya: Resep Kentang Bumbu Cabe
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar