Nusaibah, Salah Satu Wanita Yang Ikut Berperang Di Zaman Rasulullah

Saat masih hidup, Nabi Muhammad SAW banyak mengalami tentangan dari berbagai pihak. Tidak jarang Beliau bersama sahabat dan pengikutnya harus berhadap-hadapan dengan musuh di medan perang.

Dari sekian banyak sahabat dan pengikut, tidak sedikit wanita yang ikut andil dalam peperangan. Berikut ini adalah salah satu wanita yang ikut berperang di zaman Rasulullah.

Nusaibah binti Ka’ab Ansyariyah, kemudian dikenal sebagai Ummu Umarah, merupakan wanita yang ikut berperang bersama Rasulullah dalam Perang Uhud.

Perang Uhud terjadi pada tanggal 22 Maret 625 M, saat pasukan Muslim berhadapan dengan pasukan kafir Quraisy di suatu lembah dekat Bukit Uhud, kurang lebih 7 km dari Kota Madinah.

Nusaibah sebenarnya salah satu dari 14 wanita yang berada di belakang pasukan Muslim. Tugas mereka mendistribusikan dan memberi air kepada pasukan yang haus. Selain Nusaibah, ada pula Fatimah, salah satu putri Rasulullah.

Dalam Perang Uhud, pasukan Muslim hampir saja menang. Kemenangan yang ada di depan mata buyar karena pasukan pemanah dari kubu Muslim tidak mentaati perintah.

Posisi kemenangan berbalik arah ketika pasukan Quraisy berhasil mendesak pasukan Muslim. Saat itulah Nusaibah bergerak ke depan mengangkat pedang untuk melindungi Rasulullah.

Dalam Perang Uhud, nama Ummu Umarah disematkan kepada Nusaibah karena salah satu anaknya yaitu Ummarah ikut pula dalam pasukan Muslim.

Keikutsertaan Nusaibah dalam Perang Uhud tidak sendirian. Ia ikut dalam pasukan muslim karena suaminya yaitu Zaid bin Ahsim, dan dua putranya, ikut pula menjadi pasukan Muslim.

Selepas dari Perang Uhud, Nusaibah ikut pula dalam Perang Khaibar (629 M), Perang Hunain (630 M), dan Perang Yamamah (632 M). Perang Yamamah merupakan salah satu perang terbesar yang pernah diikuti oleh Nusaibah. Ia berada dalam pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid.

Dalam Perang Yamamah, pasukan Muslim Khalifah Abu Bakar berhadapan dengan Musailamah Al-Kazzab. Pasukan Muslim berkekuatan sekitar 13.000 orang, melawan pasukan lawan berkekuatan 40.000 orang.

Jumlah korban di kedua belah pihak cukup banyak. Sekitar 1200 orang Muslim tewas, sedangkan sekitar setengah jumlah pasukan lawan tewas.

Selain Nusaibah, masih ada beberapa wanita yang ikut berperang di zaman Rasulullah. Mereka adalah pejuang-pejuang yang keberaniannya bahkan melebihi laki-laki sehingga menjadi teladan wanita Muslim masa kini.

Selanjutnya : Cara Menentukan Judul Skripsi Dalam Sistem Informasi
Sebelumnya: Penyebab Kemaluan Sakit Saat Kencing
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini