Sekilas Tentang Nutrisi Pada Hidroponik

Nutrisi pada hidroponik merupakan sejenis pupuk untuk tanaman yang tumbuh bukan di atas tanah, melainkan di atas media lain yang mengandung sedikit unsur hara. Media untuk tanaman hidroponik ini dikenal dengan istilah media tanam inert, yang berfungsi sebagai penyangga tanaman saja dan buffer. Jenis media tanam inert antara lain arang sekam, cocopeat, spons, expanded clay, coir, perlite, rock wool, pumice, vermiculite, pasir, serbuk kayu, dan kerikil, kecuali tanah. Tidak mudah dalam memberikan nutrisi pada hidroponik. Kita harus  menyesuaikan dan menghitung dengan cermat masing-masing kebutuhan unsur hara pada setiap tanaman. Nutrisi pada hidroponik biasanya mengandung NO3, NH4, P2O5, K2O, MgO, CaO, SO3, B, Mn, Zn, Cu, Mo, dan Fe.

Kata hidroponik berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro dan ponos. Kata Hydro ini mempunyai makna air, sedangkan ponos berarti daya. Oleh karena itu, hidroponik merupakan pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan media tanah dan memanfaatkan air. Hidroponik juga dikenal dengan istilah soiless culture. Cara pembudidayaan tanaman semacam ini banyak ditemukan di tengah-tengah masyarakat sebagai sebuah hobi atau dengan kata lain pembudidayaan tanaman dalam skala kecil.

Mengingat hidroponik merupakan pembudidayaan tanaman dalam skala kecil, maka tidak semua jenis tanaman dapat dikembangbiakan dengan cara ini. Ini dikarenakan tidak semua tanaman mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Hanya ada beberapa tanaman yang bernilai tinggi, antara lain paprika, tomat, timun jepang, melon, selada, dan terong jepang.

Jenis dari pembudidayaan tanaman dengan hidroponik dibedakan menjadi static solution cultur (kultur air statis), continous-flow solution culture (kultur air berkelanjutan) dengan menggunakan NFT (Nutrient Film Technique) dan DFT (Deep Flow Technique), Aeroponics, passive sub-irrigation, ebb and flow, run to waste, deep water culture, bubbleponics, dan bioponic.

Terdapat beberapa faktor kenapa pembudidayaan tanaman dengan hidroponik dipilih oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di perkotaan. Ini disebabkan tanah untuk perkebunan semakin sulit ditemukan, terutama di daerah perkotaan. Untuk itulah cara bercocok tanaman dengan hidroponik menjadi solusi yang ampuh di tengah lahan atau tanah yang semakin habis untuk pembangunan insfraktuktur-insfraktuktur seperti jalan raya, mall, pabrik, dan hotel.

Sementara itu, pembudidayaan tanaman dengan cara hidroponik juga memiliki kelebihan. Pertama, tidak memerlukan tanah karena media tanamnya berupa media tanam inert seperti arang, spon, dan kerikil. Kedua, selalu terjadi sirkulasi air dalam sistem dan airnya juga dapat dialihkan untuk keperluan lainnya, misalnya untuk sirkulasi ke akuarium. Ketiga, berupa nutrisi pada hidroponik dalam pot lebih efisien dan merata. Di samping itu, pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik relatif tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Poin aman bagi lingkungan ini merupakan kelebihan dari bercocok tanam menggunakan hidroponik yang keempat.

Keuntungan pembudidayaan tanaman dengan hidroponik yang selanjutnya yaitu akan mendatangkan hasil yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan bercocok tanam biasa. Pembudidayaan tanaman dengan hidroponik mudah dikelola dan mudah dalam pemberian nutrisinya, sehingga hasil dari pembudidayaannya bisa dimaksimalkan. Selain itu, tanaman yang ditempatkan dalam pot, tentu lebih memudahkan pemilik dalam memanennya.

Loading...
Selanjutnya : Pengaruh Peradaban China Kuno terhadap Peradaban Dunia
Sebelumnya: Memahami Etika Sosial
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar