Jenis Keputihan Dan Obat Tradisional Keputihan untuk Wanita

Keputihan merupakan kondisi umum yang terjadi pada wanita. Keluarnya cairan pada vagina berfungsi untuk membersihkan sistem reproduksi terutama setelah menstruasi. Pasca haid, cairan berguna menyingkirkan sel-sel lama untuk menjaga serviks, uterus, dan vagina tetap bersih. Tapi seringkali keputihan menimbulkan kekhawatiran. Lantas seperti apa keputihan itu? Untuk tahu jawabannya, berikut uraian jenis keputihan dan obat tradisional keputihan untuk wanita.

Jenis Keputihan

Keputihan pada wanita terdiri dari dua jenis yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Keputihan fisiologis terjadi pada saat masa subur atau menjelang menstruasi. Cairan keputihan akan encer, berwarna bening atau krem, tidak berbau, dan jumlahnya sedikit. Keputihan jenis ini terbilang normal pada setiap wanita. Saat hamil pun, keputihan akan dialami seiring perubahan hormonal pada ibu yang sedang mengandung.

Sementara keputihan yang bersifat patologis adalah keputihan yang tidak normal. Cairan keputihan akan kental, berwarna putih susu atau hijau kekuningan, berbau, menimbulkan rasa gatal, keluar dalam jumlah yang banyak, dan meninggalkan bercak-bercak pada celana dalam. Keputihan jenis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti infeksi, stress, penggunaan obat antibiotik, dan penuaan.

Obat Tradisional Keputihan untuk Wanita

Mengobati keputihan dengan bahan alami harus dilakukan secara rutin dan teratur. Adapun cara pengobatannya adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan air rendaman daun sirih untuk membersihkan daerah vagina agar rasa gatal dan bau saat keputihan dapat dikurangi.
  • Mengobati keputihan dengan tea tree oil untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan.
  • Mengkonsumsi satu atau dua buah pisang masak setiap hari.
  • Mengoleskan ampas mangga matang kesekitar vagina dan biarkan selama beberapa saat kemudian bilas dengan air bersih.
  • Minum segelas jus cranberry segar setiap hari dan lebih baik tanpa menggunakan gula.
  • Membersihkan daerah vagina dengan perasan air jeruk lemon yang dicampur air.
  • Merebus 30 gram akar bunga matahari dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan diminum dua kali sehari.
  • Mengkonsumsi rempah-rempah, seperti jahe dan lengkuas dalam bentuk mentah atau dikukus.
  • Rajin makan daun kasingsat muda yang dikukus sebagai lalapan.
  • Minum air saringan biji ketumbar yang telah direndam semalaman.
  • Merebus akar bayam untuk diminum dua kali sehari karena mampu mengobati infeksi dan membantu penyembuhan organ reproduksi.
  • Menggunakan rebusan kulit beringin dan pohon ara sebagai semprotan pada saluran vagina agar tetap sehat.
  • Merebus 20 gram kunyit, 10 gram daun sambiloto kering, dan 15 gram kulit delima kering dengan 800cc air hingga tersisa 300cc untuk diminum dua kali sehari.

Selain menggunakan obat tradisional keputihan bagi wanita di atas, keputihan dapat diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari obat-obatan terlarang dan stress, menjaga kebersihan daerah pribadi, menggunakan celana dari bahan yang mampu menyerap keringat, menghindari celana yang terlalu ketat, mengurangi penggunaan cairan pembersih vagina secara berlebihan, dan sering mengganti pembalut atau panty liner terutama pada saat haid.
Itulah obat tradisional keputihan untuk wanita yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Loading...
Selanjutnya : Objek Wisata Gunung Halimun Bogor
Sebelumnya: 2 Nama Teman Nemo Saat Terjebak di Aquarium
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar