Belajar Dasar-dasar Origami Lipat


Pernah membuat burung dari kertas lipat? Mungkin, kita tak menyadari bahwa sebenarnya saat membuat bentuk dengan melipat kertas, kita telah mempelajari dasar-dasar origami lipat. Seni melipat kertas yang berasal dari Jepang ini telah menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Origami digemari masyarakat luas karena untuk melakukannya cukup dengan bahan sederhana dan murah, yaitu kertas.

Mengenal Origami

Pengertian origami berasal dari kata ori yang berarti melipat dan gami yang artinya kertas. Karena kegiatannya yang menghibur dan memerlukan ketelatenan, masyarakat dapat melakukan terapi dengan origami. Terapi dengan bantuan origami dapat ditujukan untuk melatih dan meningkatkan kecerdasan pasien cacat mental serta mengembangkan daya imajinasi siswa sekolah usia dini tentang dasar-dasar geometri. Tentu, karena belajar sambil bermain akan lebih menarik perhatian.

Sejarah origami bermula ketika bangsa Cina menemukan kertas pada tahun 101 M dan bangsa Jepang sebagai negara berkembang pada waktu itu banyak mengadopsi agama, struktur sosial, teknik kerajinan tangan, dan pengetahuan dari bangsa Cina. Mereka mengembangkan kertas menjadi suatu bentuk kesenian yang akhirnya dikenal sebagai origami.

Pada awalnya, origami tidak diajarkan kepada masyarakat luas. Di Jepang sendiri semula origami hanya dapat dilakukan oleh kaum bangsawan dan pada saudagar kaya raya. Hingga akhir pemerintahan Kaisar Muromachi (1333-1573), barulah origami dapat dinikmati semua kalangan. Origami sempat menjadi bagian dari ajaran keagamaan, terbukti dengan istilah Orikata yang diajarkan oleh pendeta Shinto dan pada masa Kaisar Edo di mana ajaran Zen Buddhisme berkembang, sekolah-sekolah khusus ikebana dan seni origami mulai bermunculan.

Perkembangan origami meluas menjadi pengetahuan masyarakat dunia ketika Jepang membuka isolasi negaranya pada tahun 1639. Sehingga, kebudayaan Jepang seperti teater Kabuki, sastra Jepang, hingga origami dapat dinikmati negara Eropa dan Amerika Latin yang saat itu giat melakukan ekspansi besar-besaran ke seluruh penjuru dunia. Karena itulah, para pengajar origami, selain orang Jepang seperti Isao Honda dan Akira Yoshizawa, adapula yang berasal dari negara Eropa dan Amerika Latin seperti Froebel, seorang tokoh pendidikan di Jerman yang menggabungkan teknik origami dan pengetahuan bentuk geometri bagi anak-anak TK serta Dr. Vicente Solorzano Sagredo yang sempat mendirikan museum origami di Argentina.

Jadi, sudahkah Anda tertarik dengan origami lipat? Mari mengisi waktu senggang dengan bermain origami.

Selanjutnya : Tugas Utama Seorang Wasit
Sebelumnya: Materi Tentang Silaturahim
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar