Sejarah Pabrik Sunlight Terbesar


Sunlight merupakan produk pencuci piring terkenal di dunia. Pabrik Sunlight terbesar berada di negeri asalnya Inggris, di Wirral, Liverpool yang dibangun tahun 1884. Di sanalah terbentang sentra industri yang terkenal dengan Port Sunlight.

Sejarah Sunlight

Sejarah Sunlight berawal dari tangan dingin William Hesketh Lever. Pria kelahiran Wood Street, Bolton, Inggris, 19 September 1851 ini, dibesarkan orangtuanya yang merupakan pedagang kelontong.

Berbekal pengetahuan usaha dari orangtuanya, William meraih sukses besar. Awalnya, William menjadi pekerja rendahan. Ia bertugas sebagai pemotong serta pembungkus sabun batangan. Dengan upah 7 pounsterling saat itu, ia bekerja keras setiap hari.

Hingga tahun 1872, William bermitra dengan ayahnya. Selanjutnya, ia mencoba memproduksi Lever’s Pure Honey Soap. Di luar dugaan, produk sabun itu laris manis. Order membludak datang ke pabriknya.

Melihat prospek usahanya sangat cerah, William segera tancap gas. Ia memproduksi sabun besar-besaran. Kemasannya dibuat lebih kecil. Sabun diproduksi bermitra dengan ahli kimia, William Hough Watson tahun 1884 di pabrik Warrington.

Sabun berbahan baku natural dari minyak sayur ini diberikan label Sunlight. Sebuah terobosan, sebab waktu itu sabun dibuat dengan bahan dasar lemak hewan. Akhirnya, Sunlight menembus angka penjualan luar biasa. Dalam kurun waktu tiga tahun, berhasil menembus angka 250 ton setiap minggu serta setiap tahunnya menjual 40.000 ton sabun.

Selanjutnya, William memindahkan pabriknya ke daerah Wirral, kota Liverpool, yang kemudian dikenal dengan Port Sunlight. William sukses besar membangun industri dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Kemudian, pasar Sunlight merambah hingga ke Amerika, Eropa, dan Afrika. Jalur distribusinya melalui pelayaran. Berkat sabun Sunlight, Kerajaan Inggris pun menjadi terkenal.

Setelah itu, William berusaha mengembangkan produknya. Maka, lahirlah sabun merk Lux Flakes dan Lifebuoy. William juga memproduksi makanan kalengan, membuat eskrim, mengolah ikan, dan saus. Semua produk itu cepat diserap pasar.

Dalam perkembangannya, perusahaan yang dirintis William bernama Level Brothers melakukan merger dengan perusahaan seterunya yang berbasis di Rotterdam, Belanda, yakni Margarine Unie. Maka berdirilah Unilever pada Januari 1930.

Unilever fokus pada peranan teknologi guna meningkatkan kualitas produk dan dan pengembangan pasar. Unilever pun berekspansi membangun pabrik di banyak negara.

Begitulah perjalanan William dengan pabrik Sunlight terbesar bersejarahnya: Port Sunlight. Mudah-mudahan menginspirasi. Berawal dari buruh pemotong dan pembungkus sabun batangan bisa menggenggam pasar dunia.

Selanjutnya : Pakaian Tari Piring
Sebelumnya: Ucapan untuk Pernikahan Sahabat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar