Mempelajari Kaidah Pacaran dalam Hukum Islam


Istilah pacaran dalam hukum Islam tidak ada seperti halnya diperankan oleh pasangan kekasih pada masa sekarang ini. Menurut hukum Islam dikenal masa perkenalan antara calon pasangan yang disebut “khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan ini kedua calon pasangan boleh bertatap muka dan berbicara di suatu tempat aman bersama orang ketiga.

Pacaran dalam Hukum Islam

Keberadaan orang ketiga duduknya tidak terlalu dekat bersama calon pasangan karena tujuan yang sangat penting. Orang ketiga akan mencegah masa tunangan mengarah pada perbuatan perzinahan. Sementara, masa pacaran sangat rentan membawa pasangan kekasih kepada perbuatan zina yang sangat dibenci oleh Allah Swt.

Pacaran dapat mengarahkan pasangan kekasih pada dosa besar melalui tahapan-tahapan menuju perbuatan zina. Biasanya dimulai oleh pasangan kekasih melalui proses saling berpandangan dan berkenalan satu sama lain. Selanjutnya keintiman hubungan kekasih ditandai dengan keberanian bercumbuan dan berakhir pada perbuatan zina.

Segala sesuatu yang diharamkan oleh hukum Islam maka semua yang terkait dengan sesuatu yang diharamkan hukumnya adalah haram. Contohnya, minuman memabukkan diharamkan dalam aspek produksi, penjualan, pembelian, hingga orang yang meminum atau duduk bersama orang yang meminum. Hal ini berlaku pula dalam persoalan zina yang telah diberikan tuntunan oleh syariat Islam.

Jalan keluar bagi para laki-laki atau perempuan untuk menahan hawa nafsu berpacaran memang kembali pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Namun, beberapa hal dapat diupayakan mengantisipasi pacaran yang tidak disarankan dalam hukum Islam. Diawali dengan menikah sebagai suatu cara menjaga mata dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan dapat dipilih pertama kali.

Namun,  apabila seorang yang tidak mampu menahan hasrat berpacaran dapat memperbanyak amalan puasa. Berpuasa merupakan cara ampuh bagi siapapun yang tidak dapat menahan diri dari godaan yang membangkitkan syahwat. Di sisi lain, berpuasa menjadi bentuk kesabaran dan usaha mendekatkan diri oleh hamba kepada Allah sang Maha Pencipta.

Allah Swt telah menjanjikan kepada para laki-laki dan perempuan yang telah sabar menahan keinginan pacaran dengan seorang bidadari. Digambarkan bahwa bidadari memiliki kecantikan tanpa tanding di dunia. Setiap laki-laki manapun di dunia yang memandangnya akan jatuh pingsan karena tidak kuasa melihat kecantikannya.

Untuk itu, dibutuhkan tindakan-tindakan pencegahan agar larangan pacaran dalam hukum Islam dapat ditunaikan dengan baik. Di antaranya ialah menjaga mata atau pandangan, tidak berduaan di sebuah tempat, dan mengenakan pakaian yang menutup aurat.

Selanjutnya : Contoh Latar Belakang Masalah Penyakit Flu Burung dari Sisi Kesehatan
Sebelumnya: Contoh Sambutan Dari Mempelai Pria
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar