Pajak Masukan dan Pajak Keluaran dalam PPN


Apa itu pajak masukan dan pajak keluaran? Di antara beberapa jenis pajak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu jenis pajak yang akrab di telinga kita dalam kehidupan sehari-hari.

Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

PPN merupakan pajak yang dikenakan pada setiap penambahan nilai dari suau barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

Besaran PPN relatif bergantung pada jenis barang yang diproduksi dan didistribusikan, misalnya di antara kisaran 10 hingga 20%. PPN juga sering disebut sebagai pajak objektif.

Hal yang ditekankan pada PPN adalah objek pajak yang akan dikenai pajak dan subjek pajak yang terkena pajak. Dalam pengenaaan pajak terhadap subjek pajat, terdapat dua kategori pajak yang harus diketahui, yaitu pajak masukan dan pajak keluaran.

Di dalam dua kategori pengenaan pajak tersebut, yang disebut dengan subjek pajak adalah pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. PKP mengambil atau memungut sejumlah rupiah yang dihasilkan dari penjualan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP).

Kemudian, hal tersebut dapat berfungsi menjadi kredit atau pengurangan pajak. PKP telah dikenai pajak yang sama atas pembelian barang atau jasa tersebut sehingga menjadi kredit atau pengurang pajak.

Batas waktu pelaksanaan pengkreditan atau pengurangan pajak tersebut adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup. Dengan mekanisme seperti ini, PPN seolah-olah menjadi pelimpahan beban semata dari PKP ke konsumen yang membeli barang atau jasa kena pajak.

Pajak masukan adalah pajak yang dikenakan PKP melakukan transaksi pembelian terhadap barang atau jasa kena pajak. PKP merupakan pengusaha yang melakukan penyerahan barang atau jasa kena pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1984 dan perubahannya.

Namun hal tersebut tidak termasuk para pengusaha kecil yang memilih untuk menjadi PKP. Batasan pengusaha kecil tersebut merujuk kepada keputusan Menteri Keuangan.

Sedangkan yang dimaksud dengan pajak keluaran adalah pajak yang dikenakan pada saat subjek pajak melakukan transaksi penjualan terhadap barang atau jasa kena pajak yang termasuk ke dalam benda mewah. Pertama dikenakana adalah tarif pada barang-barang tersebut. Kemudian setelah itu, wajib pajak dibebankan pajak atas barang atau jasa yang dikonsumsinya.

Selanjutnya : Contoh Dialog Naskah Longser
Sebelumnya: Pentingnya Kata-kata Cinta dalam Rumah Tangga
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar