Pajak Masukan, Seperti Apakah Wujudnya?

Pajak masukan adalah bagian dari pajak yang dikenakan kepada pengusaha atau pembeli. Bentuk konkret dari pajak tersebut adalah, ketika seorang pengusaha atau pembeli membeli suatu produk atau jasa yang terkena pajak dalam waktu tertentu. Sebutan lain untuk pajak ini adalah pajak pertambahan nilai.

Bentuk dan Contohnya

Sejatinya, pajak ini bisa dinilai dari dua hal. Yaitu produk dan jasa. Untuk contoh produk, ketika Anda membeli mobil yang terkena pajak, secara otomatis Anda kena pajak pertambahan nilai ini. Sehingga ketika membelinya, harga yang Anda bayar melebihi dari harga mobil yang ditetapkan.

Atau contoh sederhana lainnya, ketika Anda membeli makanan yang terkena pajak, Anda akan bayar melebihi harga yang ditetapkan pada makanan tersebut. Untuk contoh ini sering kali ditemukan, saat Anda membeli Pizza Hut, KFC dan lain-lain.

Sedangkan contoh pajak jasa adalah, ketika Anda menginap di hotel yang sudah dikenakan pajak. Maka biaya yang harus Anda bayar pasti sedikit lebih besar dari biaya awal yang sudah ditetapkan. Biaya tambahan tersebut lah yang sering juga dikenali dengan nama pajak.

Sebagian besar masyarakat sudah memahami hal ini. Mereka menyebutnya dengan harga setelah pajak. Ya, 10 % pajak yang dikenakan dalam setiap transaksi pembayaran itu lah yang disebut dengan pajak masukan.

Pajak Pengeluaran

Pajak pengeluaran adalah pajak yang dikenakan kepada pengusaha ketika ia menjual produk atau jasa yang memiliki pajak. Contohnya saat Anda menerbitkan buku, bila penerbit Anda resmi dan tidak memiliki NPWP maka Anda dikenakan pajak pengeluaran.

Pajak pengeluaran juga bagian dari pajak pertambahan nilai. Hanya yang membedakannya adalah, jika pajak pengeluaran, yang mengeluarkan adalah produsen, maka pajak penghasilan, yang mengeluarkannya adalah konsumen.

Umumya kita hanya mengetahui satu bentuk pajak saja. Karena, sebagian besar dari kita bukan termasuk kategori pengusaha atau penawar jasa. Umumnya kita mengetahui suatu barang terkena pajak ketika melakukan pembelian produk atau menikmati layanan jasa seperti makan di restaurant atau menginap di hotel.
Intinya, produk atau jasa yang ada di negeri ini sebagian besar dikenai pajak.

Semua ini terjadi ketika barang atau jasa tersebut didaftarkan ke Dirjen Pajak. Hanya memang beberapa pengusaha kecil kedapatan belum mendaftarkan produk atau jasa yang dihasilkan. Padahal dengan terdaftar, para pengusaha tersebut bisa memasarkan produk melebihi jangkauan yang dilakukannya saat ini.

Hanya gara-gara kena pajak masukan sebesar 10 %, jangan sampai Anda sebagai pengusaha membatasi pemasaran produk yang dihasilkan.

Selanjutnya : Definisi Keselamatan Kerja
Sebelumnya: Cara Mengedit Foto Menjadi Dua Sisi yang Berbeda
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...