Cara Menghitung Panjang Gelombang Transversal dan Longitudinal


Bagaimana cara menghitung panjang gelombang transversal? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pahami terlebih dahulu mengenai pengertian gelombang transversal.

Pengertian Gelombang Transversal

Gelombang transversal merupakan jenis gelombang yang arah getarannya tegak lurus terhadap arah rambatan gelombang. Bentuk gelombang transversal terdiri atas bukit dan lembah yang membentuk lekukan-lekukan ke atas dan ke bawah.

Beberapa contoh gelombang transversal, di antaranya gelombang pada tali yang diikat salah satu ujungnya, kemudian digerakkan naik turun, slinki yang digetarkan ke atas dan ke bawah serta gelombang cahaya.

Selain gelombang transversal, dikenal jenis gelombang lain yang disebut dengan gelombang longitudinal. Jenis gelombang ini memiliki arah getaran yang sejajar atau berimpit terhadap arah rambatan gelombang.

Bentuk gelombang longitudinal berupa rapatan dan renggangan, adapun contoh-contoh dari gelombang longitudinal, di antaranya gelombang bunyi, gelombang tekanan udara, dan gelombang pada slinki yang diberikan getaran ke depan dan ke belakang.

Panjang gelombang transversal dapat ditentukan melalui jarak antara puncak gelombang ataupun jarak antara dasar gelombang, sedangkan banyak gelombang dapat ditentukan melalui banyaknya bukit dan lembah yang dibentuk oleh gelombang transversal itu.

Panjang satu gelombang transversal dapat ditentukan melalui satu bukit dan satu lembah gelombang. Misalnya, kita menemukan sebuah gelombang transversal yang memiliki empat puncak dan empat lembah berarti bahwa banyaknya gelombang transversal yang dibentuk ada empat buah dan panjang gelombangnya adalah empat kali dari panjang satu buah gelombang.

Seperti halnya gelombang transversal, gelombang longitudinal juga memiliki panjang gelombang tertentu yang dapat dihitung berdasarkan jarak antara rapatan atau jarak antara renggangan.

Untuk menentukan banyaknya gelombang yang ada dapat ditentukan melalui banyaknya rapatan dan renggangan, satu gelombang didefinisikan sebagai satu rapatan dan satu renggangan.

Formula untuk menghitung panjang gelombang (lambda) adalah cepat rambat gelombang (v) dikalikan periode gelombang (T) atau cepat rambat gelombang (v) dibagi frekuensi gelombang (f).

Kedua formula tersebut sama-sama dapat digunakan untuk mencari panjang gelombang (lambda) apapun jenis gelombangnya baik transversal maupun longitudinal, bergantung dari informasi-informasi yang diketahui dari kasus yang diberikan.

Demikianlah cara menghitung panjang gelombang transversal dan longitudinal. Semoga dapat membantu memahami materi-materi yang berkaitan dengan gelombang yang biasanya ditemukan dalam pelajaran fisika.

Selanjutnya : Fenomena Pasangan Harmonis Cerai
Sebelumnya: Keunikan Pakaian Masyarakat Melayu Riau
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar