Para Jenderal Indonesia


Para jenderal di Indonesia sangat berjasa dalam mempertahankan keutuhan negeri kita untuk mendapatkan suatu kemerdakaan. Mereka semua adalah pahlawan yang patut kita contoh untuk menggapai cita-cita yang kita inginkan. Para jenderal Indonesia tersebut antara lain Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar AH Nasution, Jenderal Besar Soeharto. Ketiga  jenderal besar tersebut menjadi saksi sejarah dalam usaha memperebutkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Nama Jenderal Indonesia

Pertama, jenderal besar yang ada di Indonesia adalah Jenderal Besar Soedirman. Beliau lahir di propinsi Jawa Tengah tepatnya di Purbalingga pada tanggal 24 Januari 1916 ini merupakan sosok seorang jenderal besar pertama di jajaran TNI Angkatan Darat pada masa itu.

Pada tanggal 29 januari 1950 beliau wafat dan dimakamkan di Jogjakarta tepatnya Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara. Beliau yang meninggal karena penyakit TBC ini akhirnya diabadikan dalam sebuah nama jalan, monument bahkan universitas yang sekarang menjadi Universitas Jenderal Soedirman di daerah Purwokerto.

Kedua adalah Jenderal Besar AH Nasution yang merupakan Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau lahir di daerah Kotanopan tepatnya di propinsi Sumatra Utara pada tanggal 3 Desember pada tahun 1918. Di masa peperangan G30S/PKI beliau pernah menjadi sasaran, akan tetapi putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution meninggal dunia karena tertembak.

Ketika hari ABRI 5 Oktober 1997 beliau di anugerahi gelar Jenderal Besar. Nama beliau yang meninggal pada tanggal 6 September 2000 tepatnya di  Jakarta tersebut akhirnya diabadikan dalam sebuah nama museum yang berada di Jalan Teuku Umar No 40 Jakarta Pusat.

Museum Sasmitaloka

Museum tersebut dinamakan Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR.A.H. Nasution.  Jenderal besar yang ketiga adalah Jenderal Besar Soeharto yang lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di propinsi Yogyakarta tepatnya di daerah Kemusuk,Bantul.

Ketika terjadi Serangan Umum 1 Maret 1949, namanya kian populer di kalangan masyarakat sehingga ia berhasil menggantikan Bapak Ir. Soekarno dan menjadi presiden kedua di Indonesia. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 Januari 2008 dan dimakamkan keesokan harinya tanggal 28 Januari 2008 di propinsi Jawa Tengah tepatnya di Astana Giri Bangun daerah Solo.

Banyak  jasa yang ditinggalkan oleh para jenderal Indonesia tersebut. Sepatutnya sebagai penerus bangsa Indonesia kita juga memberikan kontribusi kepada Indonesia dengan berbagai cara. Contohnya memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita untuk mengharumkan nama Indonesia.

Selanjutnya : Peraturan Renang
Sebelumnya: Sayuran yang Baik untuk Burung Kenari
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar