Seperti Apa Paradigma Kata Bijak?

Paradigma kata bijak itu seperti apa? Secara sederhana, paradigma bisa dikatakan sebagai cara pandang terhadap suatu konteks. Dalam hubungannya dengan kata bijak, maka paradigma bisa juga diartikan sebagai cara pandang yang berkaitan dengan kata bijak itu sendiri.

Dalam tataran selanjutnya, cara pandang akan berubah pada cara berpikir atau cara menyikapi suatu hal melalui kebijakan kata-kata. Kebijakan kata-kata ini, banyak juga disebut sebagai kata mutiara yang memiliki banyak ragam sudut pandang.
Kata bijak, pada awalnya memang dianggap sebagai nasihat yang membangkitkan semangat, tanpa menyinggung perasaan karena kata-katanya yang indah. Tak jarang, kata bijak justru akan melahirkan proses berpikir saat meresapi maksudnya. Berikut adalah beberapa paradigma kata bijak yang seringkali terdengar atau diucapkan.

Kesuksesan

Paradigma sukses adalah paradigma yang kerap digunakan untuk memotivasi seseorang dalam pekerjaan. Uniknya, dalam paradigma ini, kata-kata bijak justru secara tegas menggunakan kata kegagalan sebagai motivasi.

Semisal, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Namun, jika ditelaah secara mendalam, kata-kata tersebut tak lebih dari eufimisme atau penghalusan. Pasalnya kesuksesan atau kegagalan sudah pasti berkaitan dengan ruang dan waktu. Dengan kata lain, waktu tak akan bisa kembali untuk mengubah kegagalan menjadi kesuksesan.

Ada pun kesuksesan yang diraih setelah beberapa kali kegagalan, itu hanyalah kesempatan lain yang diberikan dalam waktu dan bentuk usaha yang berbeda. Dengan demikian jelas, jika ditelaah secara mendalam, gagal adalah sukses yang tertunda, sama sekali tak masuk akal dan hanya merupakan kata-kata hiburan atau penghalusan.

Romantisme

Paradigma romantisme sangat berkaitan dengan hubungan dua individu dalam jalinan cinta kasih. Siapa yang tak akan terbuai oleh kata-kata romantis? Banyak orang yang beranggapan bahwa kata-kata romantis adalah ungkapan kasih sayang terhadap pasangan atau calon pasangan hidupnya.

Kata-kata ini juga seringali dianggap sebagai ungkapan yang mampu menciptakan suasana positif dan harmonis. Sebab, siapa pun tahu jika paradigma romantis selalu berkaitan dengan pujian dan sanjungan. Maka, siapa yang tak ingin jika dirinya dipuji atau disanjung.

Selain dua paradigma di atas, masih banyak lagi paradigma lain dari kata bijak yang memang menyoroti beragam persoalan dalam kehidupan. Uniknya semua kata bijak pada dasarnya berkaitan dengan pujian, sanjungan atau motivasi diri. Bahkan tak jarang juga kata-kata bijak digunakan untuk membakar semangat generasi dalam perjuangan dan pembangunan. Semisal kata-kata bijak dari Ir. Soekarno yang memang selalu berisi semangat perjuangan dan pembangunan.

Selanjutnya : Cara Membuat Daftar Pustaka yang Benar
Sebelumnya: Macam Teori Kedaulatan Seta Kelebihan dan Kekurangannya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini