Pelaksanaan Haji dan Umrah Menurut Islam

Haji dan umrah menurut Islam adalah ibadah yang dilakukan di tanah suci. Setiap tahunnya umat Islam berbondong-bondong untuk pergi ke sana. Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang ke lima di dalam agama Islam.

Rukun Islam

Rukun Islam yang pertama yakni mengucap dua kalimat syahadat. Bayi yang baru lahir, pastilah masih suci, belum ternoda apa pun. Maka agama yang diikuti oleh bayi pun tergantung agama orang tuanya.

Kalimat syahadat adalah kalimat yang diucapkan ketika seseorang ingin masuk ke agama Islam. Setelah mengucap dua kalimat syahadat maka orang tersebut resmi masuk ke dalam agama Islam.

Jika memilih agama Islam, tidak hanya cukup membaca dua kalimat syahadat saja, namun juga melakukan rukun yang lain. Rukun yang kedua, yakni shalat.

Shalat merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim yang ada dunia ini, tanpa terkecuali. Shalat wajib dilakukan oleh orang yang sudah baligh atau sudah dewasa.

Seorang laki-laki dinilai baligh jika ia sudah bermimpi basah, sedangkan perempuan dinilai baligh ketika sudah menstruasi. Setelah itu, dosa keduanya sudah tidak ditanggung oleh kedua orang tua, namun sudah ditanggung diri sendiri.

Setelah shalat, rukun yang ke tiga yakni puasa. Puasa yang wajib pada agama Islam adalah puasa nazar dan puasa pada saat bulan Ramadhan.

Puasa pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh merupakan puasa wajib. Puasa lain yang wajib adalah puasa nazar, yakni apabila kita bernazar akan melakukan puasa untuk suatu hal.

Adapun rukun yang ke empat adalah zakat dan ke lima adalah menunaikan ibadah haji. Haji dan umrah menurut Islam merupakan rukun yang ke lima.

Haji wajib hukumnya bagi yang mampu, sedangkan umrah berhukum sunah. Haji dan umrah tersebut berbeda waktu dan berbeda dalam hal lamanya waktu.

Haji dan umrah adalah ibadah yang menurut kaca mata orang awam Indonesia, sama, yaitu “pergi ke Mekah”. Namun, sejatinya keduanya memiliki perbedaan penting.

Haji, sering disebut sebagai haji besar, hanya sah bila dilaksanakan setahun sekali pada musim haji atau bulan haji, yakni 9-13 Dzulhijjah. Sedangkan umrah, kapan pun Anda ingin pergi beribadah umrah maka itu bisa dan sah dilaksanakan. Artinya, ibadah umrah dapat ditunaikan setiap waktu sepanjang tahun.

Selanjutnya : Mereguk Royalti Hasil Penjualan Novel
Sebelumnya: Pengertian Alat Tes Psikologi untuk Anak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...