Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Indonesia dalam Demokrasi Indonesia


Pelaksanaan pemilu dan pilkada di Indonesia dalam demokrasi Indonesia telah diatur dengan cukup baik. Namun di dalam perjalanannya, demokrasi pemilu di tanah air mengalami berapa kali pergantian. Pergantian di dalam proses pemilu adalah hal yang lumrah. Ini mengingatkan kita pada reformasi serta revolusi yang berlangsung di timur tengah akhir-akhir ini. Tatanan politik dunia saat ini memang cenderung memilih demokrasi sebagai sistem baku. Namun, catatan menarik dari sebagian ahli politik internasional menyebutkan bahwa proses demokrasi di berbagai negara saat ini mengalami kecacatan.

Dengan beragam pergantian sistem demokrasi pemilu di Indonesia, rakyat berharap bisa ditemukan wujud ideal untuk sistem pemilu. Aspirasi rakyat seakan tersapu angin di tengah tataran elit penguasa. Telah terdapat banyak kebijakan yang mengatasnamakan rakyat, tetapi sejatinya memihak pada keperluan individu serta golongan. Kita tahu bagaimana nasib rakyat kecil di zaman yang makin ganas ini. Penguasa tidak melirik lagi keperluan rakyat lagi. Hanya beberapa dari penguasa atau pihak pemerintah yang tetap jujur serta bernurani bersih.

Politik Indonesia sudah mempraktikkan sebagian dari sistem politik atas nama demokrasi. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni demos yang bermakna rakyat, serta kratos yang bermakna pemerintahan. Demokrasi bisa disimpulkan berarti dari rakyat, oleh rakyat, serta untuk rakyat. Teori demokrasi sebenarnya berisi pengertian bahwa sejatinya rakyat yang memegang kekuasaan di negaranya. Pemerintah seperti halnya presiden hingga lurah, hanya wakil rakyat yang dapat dikatakan sebagai pelayan rakyat.

Fakta tidak sama dengan teori yang tertulis di lembaran buku serta hasil karya ilmiah. Kenyataan pahit yang dihadapi rakyat pada saat Orde Lama serta Orde Baru mesti segera disingkirkan. Oleh karena itu, kita sekarang ini menjumpai pemilu presiden hingga kepala desa. Dengan memilih secara langsung penguasanya, rakyat bisa mendapatkan pemimpin yang cocok dengan aspirasi mereka. Sesungguhnya, aspirasi rakyat tidak aneh-aneh. Mereka hanya menginginkan perbaikan ekonomi, perbaikan sosial, serta keamanan.

Semoga pelaksanaan pemilu dan pilkada di Indonesia dalam tatanan demokrasi bisa menjadi lebih baik dari generasi ke generasi.

Selanjutnya : Pengadilan Agama di Indonesia
Sebelumnya: Mengenal Profil Perusahaan Revlon
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar