Pelestarian Warisan Budaya Tari Topeng


Warisan budaya tari topeng di Indonesia telah pudar dengan berkembangnya kesenian modern di negeri kita. Masalah tersebut tidakĀ  hanya dialami oleh pecinta seni saja tetapi juga para warga Indonesia. Oleh karena itu,seharusnya kita sebagai warga Indonesia ikut berperan dalam melestarikan kebudayaan Indonesia sebelum dirampas oleh kebudayaan negara lainnya.

Sangat ironis bahwa terkadang seseorang ekspatriat asing yang sudah lama menetap di Indonesia lebih bersungguh-sungguh mempelajari budaya Indonesia daripada warga Indonesia sendiri. Itulah penyebabnya orang asing terkadang lebih mengetahui dan mempraktikan secara bagus tentang tari topeng daripada kita sendiri sebagai warga Indonesia.

Malu bukan? Hal tersebut yang menjadi alasan betapa pentingnya pelestarian warisan budaya tari topeng di Indonesia.

Tari Topeng

Tarian yang sangat unik dan khas ini merupakan perpaduan tarian tradisional di seluruh pulau Jawa mulaiĀ  Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tarian topeng diciptakan pertama kali pada zaman kerajaan Kediri yang bernama Airlangga kemudian tarian tersebut disebarkan ke seluruh penjuru daerah pulau Jawa Timur lebih tepatnya di daerah Malang. Musik yang mengiringi Tari Topeng merupakan musik tradisional yang merupakan perpaduan etnis Bali, Madura dan Jawa dengan harmonisasi suara yang indah dan dinamis.

Di daerah Malang, Jawa Timur biasa disebut dengan tari beskalan. Tari beskalan biasa diadakan pada saat acara festival Malang Kembali yang diadakan setiap tanggal 21 Mei di Jaalan Ijen Boulevard.

Terkadang tarian ini ditampilkan dengan menggambarkan kisah Ramayana atau menceritakan Panji serta Dewi Sekartaji. Berbagai macam ekspresi yang dilukiskan berupa topeng tersebut menggambarkan berbagai macam karakter manusia.

Mbah Karimun

Di daerah Malang Selatan ada seorang mestro tari topeng. Mendiang Mbah Karimun sebutan bagi warga Pakisaji, kabupaten Malang selain menjadi seorang maestro tari topeng tetapi juga terampil membuat berbagai macam topeng hasil tangannya sendiri.

Bagi beliau hal tersebut dilakukannya karena ia benar-benar ingin melestarian budaya tari topeng agar tak lekang oleh waktu. Beliau sangat mencintai budaya yang ia geluti sehingga ia benar-benar mengabdi pada padepokannya. Beliau benar-benar menjaga dan melestarikan warisan leluhurnya.

Melihat dari kisah Mbah Karimun tersebut semoga kita tergugah untuk melestarikan warisan budaya tari topeng dan kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang lainnya. Indonesia telah memberikan warisan kepada kita. Sekarang saatnya membayar semuanya dengan cara melestarikan dan menjaganya.

Selanjutnya : Obat Alternatif Cacar Air
Sebelumnya: Rumah Adat Dayak, Rumah Betang yang Filosofis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar