Pembahasan tentang Atletik Khususnya Lari


Dalam pembahasan tentang atletik, lari selalu menjadi bahasan yang menarik. Mengingat, lari merupakan olahraga yang dominan dalam cabang atletik dan banyak diperlombakan. Beberapa nomor yang diperlombakan dalam cabang atletik lari meliputi sprint (60 meter, 100 meter, 200 meter dan 400 meter), lari jarak menengah (800 meter sampai 3000 meter), lari jarak jauh ( 5000 meter dan 10000 meter), lari halang rintang (110 meter dan 400 meter), lari estafet (4x 100 meter, 4×400 meter, 4×200 meter dan lain-lain), dan lari jalanan (5 km, 10 km, setengah marathon dan marathon).

Dalam olahraga lari tidak hanya dibutuhkan kecepatan semata. Seorang pelari harus memiliki reaksi yang cepat ketika melakukan awalan lari. Selain itu, dibutuhkan kecepatan yang maksimal khususnya pelari yang mengikuti nomor-nomor pendek, seperti di jarak 60 meter, 100 meter, dan 200 meter. Untuk mendapatkan reaksi yang cepat ini, seorang pelari harus serting melakukan latihan-latihan. Bagi para pelari pemula, reaksi yang cepat bisa dilatih dengan suara atau sentuhan. Begitu mendengar suara tertentu atau sentuhan, pelari harus segera berlari ke arah tertentu.

Pada pembahasan tentang atletik khususnya lari, selain memiliki reaksi cepat untuk awalan seorang pelari juga harus melatih pernafasan. Pada orang-orang yang sedang berlari, terlalu banyak CO2 yang terperangkap di dalam tubuh membuat seseorang menjadi kelelahan, sesak nafas dan nafas terasa pendek. Oleh karena itu, seorang pelari membutuhkan teknik pernafasan yang tepat. Misalnya, dengan menggunakan tehnik 3:2.

Pada teknik ini, seorang peari menarik nafas dengan tiga kali hitungan dan membuang nafas dalam dua kali hitungan. Gunakan saja ayunan langkah untuk menghitung saat harus menarik nafas atau membuang nafas. Selama berlari, bernafaslah menggunakan mulut sehingga asupan oksigen akan lebih banyak dan karbondioksisa pun lebih banyak yang keluar.

Sebaiknya gunakan pernafasan perut atau diafragma dan bukan pernafasan dada. Ambil nafas pendek-pendek saja sehingga lari akan lebih tahan lama. Selain itu, lakukan pula pernafasan yang teratur dan berirama. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat.

Selanjutnya : Pembangunan Jembatan di Swiss Titlis
Sebelumnya: Pembahasan dalam Latar Belakang Masalah pada Tesis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar