Pembelajaran Sastra Menurut Rahmanto


Siapa yang tak kenal dengan penulis dan sastrawan satu ini, beliau yang dijuluki “Sang Rajawali” The King of Birds atau The King Of Sky karena karya-karyanya sejak beberapa dekade ini mewarnai kesusatraan bangsa. Terlahir dengan nama Bernardus Rahmanto pada tahun 1946 di kota gudeg Jogjakarta.

Dari tangannya lahirlah karya-karya sastra yang meramaikan kesusatraan Indonesia. Sang Rajawali ini adalah seorang seniman, penulis, editor, jurnalis, pengajar, peneliti sastra sekaligus imuwan. Sahabat dari Arswendo Atmowiloto ini, telah banyak memberikan pembelajaran satra baik untuk tingkat sekolah maupun umum.

Ditingkat sekolah beliau bekerjasama dengan Pusat Kurikulum (Puskur) dan Pusat Buku (Pusbuk) pada tahun 1990-an, dan beberapa kali dengan perguruan tinggi. Pembelajaran sastra menurut Rahmanto setidaknya bisa membantu siswa dalam empat aspek seperti; membantu meningkatkan ketrampilan berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, membantu membangun cipta dan rasa serta menunjang pembentukan karakter.

Karena itu karya satra harus mempunyai fungsi etika (akhlak/moral), fungsi estetika (kepekaan terhadap seni dan keindahan), sekaligus fungsi didaktika (pendidikan). Dari situ bisa dilihat sebuah karya satra mememenuhi fungsinya atau tidak, sebab karya satra bukan sekedar tulisan atau karangan semata melainkan tulisan yang bernilai indah dan baik serta memberikan manfaat meningkatkan kualitas hidup manusia.

Aspek Penting dalam Pembelajaran Sastra

Sedangkan menurut beliau tiga aspek penting dalam pembelajaran sastra adalah kerangka (schemata) yang merupakan struktur-struktur mental individu untuk mengorganisir lingkungan yang dapat digunakan untuk mengindentifikasi, berproses,dan menyimpan info yang masuk untuk dapat dipahami. Kerangka telah berubah atau di adopsi seiring perkembangan mental dan pembelajaran yang diterima.

Sedangkan Asimilasi dan akomodasi yang tak bisa lepas dari proses pembelajaran dengan mengklasifikasi info dan pengalaman untuk digabungkan dalam dugaan-dugaan untuk digambarkan dalam suatu ringkasan cerita yang memiliki makna. Disinilah ada fungsi pengajaran yang bisa mengakomodasi proses-proses tersebut.

Meskipun banyak kemudahan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran seperti video untuk pembelajaran namun terpenting adalah cara pengajaran yang diberikan seorang pendidik untuk menggunakan teknologi tersebut dalam menimbulkan keaktifan siswa dalam pembelajaran itu sendiri.

Sehingga patutlah bila pendidik menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Karena pendidikan saat ini banyak terpengaruh oleh media dan teknologi dalam sistem pembelajaran. Itulah aspek-aspek penting dalam pembelajaran sastra menurut Rahmanto banyak dijadikan rujukan di dunia pendidikan kita.

Selanjutnya : Cara Memakai Eyeshadow Mata Tajam dengan Kreatif
Sebelumnya: Cara untuk Menulis Laporan Akhir Terencana Agar Tidak Tersendat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar