Pemberontakan Terbesar Pada Masa Kekuasaan Jayanegara


Sejarah mengatakan pemberontakan terbesar pada masa kekuasaan Jayanegara adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti. Ra Kuti adalah salah satu dari tujuh orang Dharmaputra. Dharmaputra merupakan suatu jabatan pada masa Raden Wijaya. Namun, dalam pemberontakan ini, Jayanegara tetap selamat. Ia berhasil melarikan diri.

Begitu besarnya pemberontakan Ra Kuti sehingga ibukota Majapahit sempat dipindahkan. Adalah Gajah Mada yang begitu setia kepada Raja Majapahit yang membuat keadaan kembali tenang dan raja pun kembali ke ibukota Majapahit yang sesungguhnya.

Pemberontakan Terbesar yang Sesungguhnya

Pemberontakan terbesar pada masa kekuasaan Jayanegara yang tercatat memang pemberontakan Ra Kuti. Namun, karena Jayanegara tidak terbunuh dan tidak ada pergantian kekuasaan, artinya pemberontakan Ra Kuti tidak bisa dikatakan yang terbesar. Pemberontakan berhasil ketika ada pergantian raja.

Untuk itu, mungkin ada pertimbangan lain untuk mengatakan bahwa pemberontakan seorang diri yang dilakukan oleh Ra Tancalah yang dikatakan sebagai pemberontakan terbesar. Ra Tanca berhasil membunuh Jayanegara yang sedang sakit pada saat itu. Ra Tanca adalah seorang tabib. Ia memberontak dan membunuh rajanya karena merasa sakit hati.

Jayanegara yang dikatakan tidak mempunyai keturunan ternyata mengganggu istri Ra Tanca. Sebagai laki-laki yang menjaga kehormatan istrinya, ia pun dendam. Sebenarnya, ia telah memberitahu Gajah Mada tentang apa yang dilakukan oleh Jayanegara. Namun, ternyata Gajah Mada tutup mata dan tutup telinga tentang apa yang telah dilakukan oleh sang raja.

Pada masa itu, raja dianggap seseorang yang begitu diagungkan. Ra Tanca tidak bisa menahan amarahnya. Ia mengambil kesempatan yang diberikan oleh sang raja ketika harus mengobati bisul Jayanegara. Pembunuhan seorang diri itu tentu saja langsung diketahui oleh Gajah Mada karena sang pati adalah pengawal setia raja. Gerakan cepat Ra Tanca menghabisi nyawa Jayanegara tidak bisa dicegah oleh Gajah Mada yang terkenal sangat hebat itu.

Jayanegara pun tewas di tangan abdi dalem yang merasa sakit hati kepadanya. Kematian itu membuat tampuk pimpinan Kerajaan Majapahit berganti ke seorang ratu. Adik Jayanegara, Dyah Gitarja menggantikan sang kakak.

Ketakutan Jayanegara

Kisah dalam sejarah memaparkan bahwa Jayanegara adalah raja yang sangat mencintai kekuasaannya. Ia takut digulingkan. Ia bahkan tidak mau ada pesaing dalam menjalankan kekuasaannya. Ketakutan itu beralasan karena setelah Jayanegara berkuasa, pemberontak demi pemberontakan terus dilakukan oleh para Dharmaputra. Akhirnya, memang yang dianggap sebagai pemberontakan terbesar pada masa kekuasaan Jayanegara adalah Ra Kuti walau tidak sampai membunuh Jayanegara.

Selanjutnya : Pembesaran Gurami
Sebelumnya: Pembelajaran Matematika SD Sangat Asyik Dan Menyenangkan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar