Wawasan Pemikiran Tentang Gus Dur

Membahas pemikiran tentang Gus Dur memang sangat menarik. Selain pemikirannya yang cukup beragam mengenai berbagai persoalan. Sosok pribadi Gus Dur sendiri banyak menyedot perhatian banyak orang.

Sosok yang dikenal kontroversial ini, banyak yang menggemari dan mengaguminya bahkan sampai ada komunitas yang bernama Gusdurian. Gusdurian sebagai komunitas pecinta dan penerus pemikiran Gus Dur, saat ini digawangi oleh Alissa Wahid.

Menurutnya, secara garis besar semua hasil pemikiran Gus Dur terangkum dalam sembilan pokok pemikiran. Kesembilan pemikiran itu adalah ketauhidan, keadilan, kesetaraan, persaudaraan, kemanusiaan, pembebasan, kesatriaan, kearifan lokal, dan kesederhanaan.

Sosok Gus Dur

Almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lahir di Jombang pada 4 Agustus 1940, dan meninggal serta dimakamkan di Jombang pada 30 Desember 2009.

Sejak usia belasan tahun, Gus Dur dikenal sudah akrab dengan bacaan-bacaan yang berat. Dan, dalam perkembangannya, hobi membaca ini mengantarkannya menjadi seorang pemikir berbagai persoalan kehidupan.

Pemikiran Gus Dur

Salah satu contoh pemikiran Gus Dur tertuang dalam karyanya “ Prisma Pemikiran Gus Dur”, yang isinya secara keseluruhan banyak diistilahkan dengan 9 prisma pemikiran Gus Dur. Salah satu pemikiran yang cukup sensitif pembahasannya adalah tentang konsep ketauhidan.Ketauhidan adalah landasan dari semua pemikiran Gus Dur.

Ketauhidan dimaknai sebagai pengakuan manusia tentang keberadaan Tuhan sebagai posisi tunggal yang mengatur alam semesta. Dalam hal ini, manusia tidak akan bisa mendikte Tuhan untuk berbuat sesuai keinginannya. Tuhan bebas berbuat apa saja sesuai kehendak-Nya.

Masih berkaitan dengan pemikiran tentang ketauhidan, pemikiran Gus Dur mengenai kemanusiaan adalah tentang konsep memanusiakan manusia, yaitu menyelesaikan persoalan dengan tanpa kekerasan akibat doktrin keimanan. Sebagai contoh yang kontroversial adalah saat Gus Dur membela Ahmadiyah dan juga kaum Tionghoa.

Menurut koordinator Gusdurian, pembelaan Gus Dur terhadap Ahmadiyah dan Tionghoa adalah karena keberadaan kemanusiaan mereka, bukan karena membela Ahmadiyahnya. Demikian juga dalam kasus pembelaan lainnya seperti kasus tentang Inul yang menghebohkan.

Itulah sekelumit pemikiran tentang Gus Dur, sebagai salah satu contoh dari beberapa pemikiran Gus Dur lainnya yang sangat beragam. Semoga informasi singkat ini bisa menambah wawasan Anda tentang Gus Dur.

Selanjutnya : Hewan Asli Indonesia yang Bermanfaat bagi Manusia
Sebelumnya: Penjelasan Proyeksi Silinder dan Kerucut pada Peta
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...