Pemikiran Zaman Yunani Kuno


Dizamannya, pemikiran-pemikiran zaman Yunani kuno terutama pemikiran filsafat Yunani merupakan sebuah pemikiran yang sangat maju, rasional namun sekaligus radikal. Para pemikir zaman Yunani kuno ini lantas menjadi populer dengan pemikiran-pemikiran mereka dan menginspirasi banyak orang. Pemikiran zaman Yunani kuno biasanya berkaitan dengan alam, mencoba menggali tentang inti dasar alam dari pemikiran mereka sendiri.

Pemikiran Zaman Yunani

Munculnya pemikiran-pemikiran ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Di zaman itu yakni sekitar abad ke-6 SM, di Yunani mulai tumbuh pemikiran-pemikiran ilmiah yang mencoba menemukan jawaban logis atas pertanyaan-pertanyaan mendasar yang muncul.

Salah satu tokoh pemikir Yunani kuno adalah Thales yang hidup 625-545 SM. Thales memikirkan tentang asal muasal alam ini. Dari pemikirannya, Thales mengungkapkan bahwa segala sesuatu berasal dari air. Pemikiran Thales ini dipatahkan dengan seorang pemikir Yunani kuno bernama Anaximander yang hidup 610-547 SM.

Anaximander mengatakan, bahwa bukanlah air yang menjadi asal segala sesuatu melainkan yang tak terbatas. Yang tak terbatas ini oleh Anaximander diberi nama Apeiron yaitu zat yang tak terhingga, tak terbatas dan tak memiliki persamaan dengan apapun.

Pemikiran Anaximander ini kemudian dibantah oleh Anaximenes yang hidup 585-494 SM. Menurut Anaximenes, udara merupakan asal muasal dari segala sesuatu. Udara berubah menjadi segala sesuatu mulai dari angin, air, tanah, batu hingga api.

Nah, ketiga pemikir ini memberikan dasar bagi pemikir lainnya. dasar itu meliputi pemahaman yang berdasarkan pengamatan dan bahwa asal muasal segala sesuatu adalah dari satu hal yang tunggal.

Setelah kehadiran tiga pemikir awal tersebut, barulah muncul ahli pikir yang selanjutnya dikenal di seluruh dunia yakni Pythagoras. Pythagoras hidup sekitar 572-500 SM. Berbeda dengan tiga pemikir sebelumnya, Pythagoras memiliki pemikiran bahwa suatu penggambaran haruslah diungkapkan dengan angka dan dalam rumus matematis.

Pengaruh pemikiran Pythagoras ini begitu besar dan mampu bertahan selama 400 tahun. Namun zaman keemasan dari pemikiran zaman Yunani Kuno sesungguhnya terjadi di masa Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru dari Plato, dan Aristoteles adalah murid dari Plato.

Selanjutnya : Isu Pembangunan Bandara di Madiun
Sebelumnya: Contoh Surat Penawaran Asuransi Jiwa Zurich
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar