Pemilihan Umum sebagai Proses Demokrasi


Masyarakat Indonesia setiap lima tahun sekali melakukan perhelatan besar dengan diselenggarakannya pemilihan umum atau pemilu untuk mencari pemimpin bangsa (presiden). Jika sebelum orde baru berakhir, pemilu dilakukan tidak semeriah saat ini, pemilihan umum sebagai proses demokratisasi baru terasa gempitanya saat masa reformasi.

Sebelum tahun 1998, partai yang menjadi peserta pemilu hanya 3, yaitu PPP, Golkar, dan PDI. Namun setelah orde baru berakhir, partai baru banyak bermunculan hingga mencapai 48 di masa pemilu tahun 1999. Seperti baru merayakan demokrasi baru yang sebelum itu diberangus, puluhan partai baru tumbuh seperti jamur di musim hujan. Jumlahnya bahkan lebih dari 48, namun yang lolos verifikasi KPU ‘hanya’ 48 itu.

Alhasil, masyarakat makin bingung dengan keadaan tersebut. Bagaimana tidak bingung, memilih satu partai di antara 48 partai bukan hal yang mudah. Kebanyakan partai menawarkan visi dan misi yang sangat bagus, hingga terkesan menjual mimpi-mimpi pada masyarakat. Kertas pemilihan yang harus dicoblos pada tahun 1999 pun sangat besar, karena memuat begitu banyak gambar partai peserta pemilu. Alhasil, masyarakat umum banyak yang memilih hanya berbekal pengetahuan seadanya. Sebab, kurangnya sosialisasi dari partai peserta pemilu.

Reformasi benar-benar mengubah sistem demokrasi di Indonesia. Aspirasi dari masyarakat yang dulu dibatasi, kini terkesan sangat demokratis. Lembaga pelaksana pemilu pun diwakili oleh golongan pemerintah dan juga dari partai politik. Hal yang di masa orde baru tak mungkin terjadi.

KPU (Komisi Pemilihan Umum) dibantu oleh lembaga pengawas pemilu dan lembaga pemantau pemilu non-partisan. Ketiganya bekerja sama dalam mengawasi dan memastikan pemilu berjalan dengan baik, alias tidak memuat kepentingan pihak lain yang bisa berbuat curang. Bisa dikatakan bahwa proses pemilu tahun 1999 ini merupakan langkah awal masyarakat Indonesia untuk menuju proses demokratisasi yang sesungguhnya.

Masih panjang perjalanan untuk pendewasaan mental masyarakat Indonesia dalam proses demokrasi di Indonesia. Misalnya, untuk menerima hasil pemilu dengan lapang dada dan tak anarkis bila partai yang diikutinya kalah. Pemilihan umum sebagai proses demokratisasi memang butuh waktu panjang dan tak bisa dilakukan hanya dalam waktu semalam.

Selanjutnya : Cara Edit Foto Supaya Lebih Bagus Pakai Photoshop
Sebelumnya: Neraka Jahanam Sejelek-jeleknya Tempat Kembali
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar