Belum Diketahui Siapa Pencipta Lagu Cik Cik Periuk


Cik Cik Periuk merupakan sebuah lagu rakyat yang berasal dari Kalimantan Barat, tepatnya dari Kabupaten Sambas. Lagu ini diperkirakan sudah ada sejak lama, yaitu sekitar 150 tahun yang lalu. Lagu ini sering dilantunkan di kalangan anak-anak dan diajarkan secara turun temurun dari orangtua kepada anak-anak. Sayangnya, sampai saat ini masih belum diketahui pasti siapa pencipta lagu Cik Cik Periuk ini.

Syair Lagu CIk Cik Periuk

Syair lagu CIk Cik Periuk sangat sederhana dan singkat. Isinya bertemakan tentang kehidupan keseharian masyarakat Sambas di masa lampau. Meski tidak diketahui siapa orangnya, pencipta lagu ini diyakini pastilah orang keturunan asli Kalimantan Barat, yaitu suku Dayak. Hal itu didasarkan pada tema, nada, dan gaya lagu tersebut yang kental akan nuansa daerah tersebut.

Lagu Cik Cik Periuk dapat digolongkan sebagai lagu jenaka. Kelucuan lagu ini dapat dilihat dari nadanya yang ceria dan liriknya yang memang bisa mengundang tawa. Misalnya saja dalam penggalan lirik beriku ini: “cak bur belanga, indung picak gigi rongak, sape kitawa dolo dipancung raje tunggal”. Lirik tersebut kira-kira memiliki arti sebagai berikut: “diceburkan ke belanga, hidung pesek gigi ompong, siapa tertawa duluan dipancung raja tunggal”.

Lagu Cik Cik Periuk masih sering terdengar dilantunkan hingga kini. Baik di kalangan masyarakat daerah, maupun di sela-sela acara tertentu seperti pesta pernikahan maupun perhelatan kebudayaan trasdisional. Meskipun tidak diketahui siapa penciptanya, lagu Cik Cik Periuk ini tetap diakui sebagai lagu daerah yang turut memperkaya kebudayaan nasional Indonesia. Lagu ini tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Kalimantan, tetapi juga dikenalkan dan dipelajari oleh masyarakat luas di Indonesia.

Lirik awal ‘Cik cik periuk belanga sumbing dari Jawe. Datang ne’ kecapbuk bawa kepiting dua eko’, dinyanyikan dengan sangat rancak. Tempo lagunya pun cepat. ‘Cak cur belanga indung picak gigi rongak. Sape kitawa dolo’ dipancung raja tunggal. Sape kitawa dolo’ dipancung raja tunggal’. 

Lagu nan lincah ini ditutup dengan lirik ‘Aduh kaka’ aduh kiki’. Tupai makan kandis kite. Anai-anai makan di bawah. Ai belatuk goyang-goyang.’ Senyum akan terkembang ketika menyanyikan lagu satu ini. Sayang memang tidak diketahui pencipta lagu Cik Cik Periuk.

Selanjutnya : Pembuatan Makalah Prospek Olahan Daging Unggas
Sebelumnya: Biografi Sastrawan Angkatan 45 dan 66 Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar