Contoh Pendekatan Impresionistik

Tulisan deskripsi sendiri adalah tulisan dimaksudkan untuk menceritakan pengalaman atau memberikan informasi dan gambaran tertulis tentang objek yang diamati. Gambaran yang dituangkan melalui pendekatan impresionistik adalah gambaran tentang segala sesuatu yang didasarkan pada pemahaman subjektif.

Berbeda dengan pendekatan realistis atau pendekata ekspositoris yang lebih menekankan pada penggambaran yang sangat detil. Dalam pendekatan ini, penulis hanya menuangkanpemahaman dari apa yang dilihat dan dirasakan. Kendati demikian pendekaatan ini memberikan peluang untuk menginterpretasikan pengalaman seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya. Sebab apa yang dituangkannya adalah wujud dan ekspresi nyata terhadap peristiwa yang dijumpai dan dialaminya.

Contoh Kasus

Yang perlu diingat dan diperhatikan dalam pendekatan ini adalah, gambarkan objek yang diamati berdasarkan kesan dan penafsiran sendiri, bukan dari orang lain dan tidak terlalu detil.

Sebagai contoh, deskripsi tentang makanan. Apa yang kita amati saat melihat makanan tersebut, apakah menarik, mengundang selera atau baunya yang menggoda.
Contoh dalam kalimat adalah: Makanan yang ia sajikan sebenarnya sangat biasa, namun baunya begitu menggugah selera.

Dari kalimat di atas, jelas ada kesan yang ditangkap saat pertama kali melihat makanan tersebut. Kesan yang dituangkan difokuskan pada bau yang tertangkap oleh indera penciuman.

Deskripsi akan terus berlanjut dengan berbagai kemungkinan, bisa tentang menyicipi atau hanya dibiarkan sehingga yang lebih diceritakan bukan lagi kesan terhadap objek tersebut, tetapi pada objek lainnya.

Contoh: Pemilik makanan itu sepertinya sangat congkak, hingga enggan menawariku.
Kesan yang terjadi dalam petikan di atas adalah kesan yang ditangkap dari pemilik makanan. Alternatif lain selain kesan congkak adalah sombong, irit, pelayanan kurang memuaskan, tangan pemilik makanan yang kotor sehingga memengaruhi selera dan sebagainya.

Menggugah Daya Khayal

Impresionistik, disebut juga sebagai pendekatan sugestif yang menggugah daya khayal atau imaji pembaca. Imaji bukanlah imajinasi tau khayalan yang bergerak bebas tanpa ikatan atau batas apa pun. Imaji adalah kesan yang didapat dari sebuah penggambaran. Atas pengertian ini, tujuan deskripsi dalam pendekatan ini adalah membuat pembaca menafsirkan berdasarkan reaksi panca inderanya.

Reaksi yang dimaksud adalah reaksi emosional pembaca.sedangkan deskripsi yang dibuat, ditentukan juga oleh kesan yang diinginkan penulisnya. Artinya penulis harus menentukan dulu jawaban atau reaksi kesan yang dikehendaki sebelum disampaikan dalam tulisan.

Contoh: Gerimis yang merintik sejak siang tadi, semakin menderas di penghujung hari. Aku masih saja berjongkok di pojok ruangan yang semakin gelap dan dingin. Jari-jari tangan yang telah mengerut, kutopangkan pada rahang yang semakin tak kuasa menahan gemeletuk.

Loading...
Selanjutnya : Penemu Partikel Atom yang Bergerak Mengelilingi Inti Atom
Sebelumnya: Macam-macam Shalat Sunnah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar