Jenis-jenis Penelitian Sejarah


Penelitian sejarah dilakukan untuk kepentingan rekontruksi dengan cara menambah, mengumpulkan dan memverifikasi semua bukti yang ditemukan pada masa kini. Data-data harus dikumpulkan supaya bisa menjadi sebuah penelitian yang dipercaya.

Bukti dan fakta yang banyak dan memadai akan membuat penelitian sejarah lebih kuat dan dipercaya.  Penelitian sejarah ini bisa melalui cerita saksi hidup, peninggalan-peninggalan seperti prasasti, naskah kuna dan barang-barang bukti masa lalu lainnya.

Dalam penelitian sejarah secara umum dibedakan atasa 4 jenis penelitian, yaitu sebagai berikut.

1. Penelitian Komparatif

Komparatif ini biasa disebut membandingkan. Penelitian komparatif dilakukan dengan membandingkan fakta-fakta sejarah pada satu periode yang sama. Atau dengan kata lain kita bisa melakukan penelitian komparatif jika membandingkan satu kejadian pada waktu yang sama.

Contoh kita akan membandingkan cara bercocok tanam di Indonesia pada abad ke 18. Pembandingnya tidak bisa dengan cara bercocok tanam di china pada abad ke 15, tetapi harus pada abad yang sama. Atau contoh lainnya penyebaran agama islam di Indonesia pada masa perang dunia pertama, maka pembandingnya harus seperti itu juga missal penyebaran islam di eropa pada masa perang dunia pertama. Itu yang disebut penelitian komparatif

2. Penelitian Legal atau Yuridis

Legal atau yuridis ini berlandaskan pada azas hokum, begitupun dengan penelitian sejarah penelitian ini ada sangkutannya dengan tata cara hokum. Contohnya kita sebagai orang yang ingin tahu hokum masa lalu, maka telitilah hal-hal yang menyangkut tata hokum pada zaman tersebut.

Misalnya kita meneliti tentang hokum adat dan pengaruhnya terhadap kehidupan social masyarakat melayu kuna. Penelitian tentang tata hokum ini dinamakan penelitian sejarah secara yuridis.

3. Penelitian Biografis

Penelitian ini menyangkut pada penelitian terhadap sesorang tokoh pada masa tersebut. Misalkan Peran Ir Soekarno terhadap kemerdekaan Indonesia. Penelitian sejarah ini fakta-faktanya diambil dari saksi hidup, surat-surat pribadi, diary, atau buku-buku yang menyoal tokoh tersebut.

4. Penelitian Bibliografis

Penelitian ini menggunakan metode mencari fakta, mengumpulkan fakta lalu membuat interpretasi ulang dari fakta-fakta tersebut. Contohnya menerbitkan kembali pemikiran-pemikiran dari orang atau tokoh di masa lampau hingga pemikirannya bisa sampai kepada orang-orang yang ada sekarang tanpa mengurangi filosofi dan tujuan utamannya.

Secara umum ada empat jenis-jenis penelitian sejarah. Keempat jenis tersebut sering dilakukan oleh para peneliti sejarah untuk menyampaikannya kembali kepada orang-orang sekarang dengan fakta-fakta yang kuat dan meyakinkan.

Selanjutnya : Empat Objek Wisata di Boyolali
Sebelumnya: Tip dan Trik Belajar Menyenangkan bagi Anak-anak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar