Penemuan Manusia Pertama Indonesia oleh Van Reitschotten

Penemuan manusia pertama Indonesia oleh Van Reitschotten ditandai dengan penemuan fosil manusia di Wajak (Tulung Agung) tahun 1889. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubouis dan diberi nama sebagai Homo Sapiens Wajakensis. Penemuan manusia pertama Indonesia oleh Van Reitschotten ini, sebenarnya hanya berrkaitan dengan fosil manusia yang pertama kali ditemukan, bukan keberadaan manusia purba pertama di Indonesia.

Sebab sebelum Homo Wajakensis, masih ada jenis fosil manusia yang lebih purba yang tinggal di indonesia yaitu:

Loading...

Meganthropus Paleojavanicus. Fosil Mrganthropus Paleojavanicus ini ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran pada tahun 1936-1941. Sebuah lembah di sungai Bengawan Solo. Fosil ini berada pada lapisan Pleistosen Bawah. Meganthropush memiliki struktur badan tegap, dengan rahang besar dan kuat. Food gathering (mengumpulkan makanan) dikenal sebagai cara mereka mempertahankan hidup.

Pithecanthropus. fosil ini adalah jenis manusia purba yang seringkali atau paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil ini berada pada lapisan pleistosen bawah dan tengah. Tidak seperti megantrophus, Pithecantropus telah mengembangkan berburu makanan sebagai cara hidup di samping mengumpulkan makanan. Meski terkenal sebagai pemakan segala, mereka belum mengenal cara meramu atau mengolah makanan.

Pithecantropush yang ada di Indonesia, terbagi  menjadi:

•    Pithecanthropus Mojokertensis

•    Pithecanthropus Robustus

•    Pithecanthropus Erectus

Homo Wajakensis

Homo Wajakensis adalah satu dari dua macam manusia purba berjenis homo sapiens yang ditemukan di Indonesia. Satu jenis lainnya adalah Homo Solonesis yang masih ditemukan di  Sangiran pada tahun 1931-1934 oleh Von Koenigswald dan Weidenreich.  Homo sapiens sendiri merupakan manusia purba yang memiliki bentuk sama dengan manusia sekarang.

Bukan hanya bentuk, melainkan sifat dan cara hidupnya telah jauh berkembang dari dua manusia purba jenis pithecantropush dan megantrhropush. Berburu dan meramu merupakan cara hidup manusia homo sapiens, meski pun masih nomadden (berpindah-pindah). Ada beberapa penemuan fosil berjenis homo di Indonesia, di antaranya:

•    Homo Mojokertensis (manusia kera dari Kojokerto) yang ditemukan oleh Von Koenigswald di Perning (Mojokerto) Jawa Timur pada tahun 1936-1941.

•    Homo Roustus yang ditemukan di Sangiran, lembah sungai Bengawan Solo. Juga oleh Vonkoenigswald.

•    Homo Sapiens, seperti yang telah dibahas di atas

•    Homo Floresineses yang disebut juga manusia Hobbit, karena bentuknya yang kerdil.

Manusia ini, diperkirakan hidup sekitar 13000 tahun yang lalu. Seperti namanya, fosil ini ditemukan di pulau Flores.

Loading...
Selanjutnya : Cara Membunuh Babi dengan Senapan Angin yang Cukup Jitu
Sebelumnya: Judul Dongeng Sunda yang Mengandung Unsur Farabel
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar