Penerapan Teori Belajar Kognitif


Penerapan teori belajar kognitif mendorong proses siswa untuk aktif menemukan materi yang bisa dijadikan bahan ajar dengan mengamati serta menghubungkannya dengan situasi yang terdapat pada kenyataan hidup. Sehingga para siswa tergerak untuk menerapkan ilmu yang diperoleh tersebut dalam kehidupan masing-masing.

Sedangkan dalam teori pembelajaran kognitif itu sendiri menitikberatkan pada proses pembelajaran yang dialami oleh sebagian besar akal dan pikiran manusia. Jadi utamanya tetap memusatkan arah kepada semua individu yang mau maju bagaimana mengembangkan kemampuan kognisi individu agar mereka bisa belajar lebih baik dan optimal.

Berdasarkan pengalaman penerapan teori belajar yang berlangsung di luar negeri seringkali memberikan kebebasan pada tiap-tiap siswanya untuk mengenali dalam proses belajar yang berlangsung. Seperti contohnya anak yang duduk di taman kanak-kanak, diajak mengamati keadaan hujan yang sedang turun dan sesudah hujan reda. Lalu pengajarnnya mengajak bersama-sama keluar mengamati apa yang terjadi dengan cuaca setelah hujan. Dari situlah proses pembelajaraan menstimulasi siswa untuk menggali rasa keinginan tahuan dalam mengeksplore situasi yang terjadi.

Disini teori pembelajaran kognitif lebih mementingkan proses dalam belajar ketimbang hasil nyata belajar. Pembelajaran secara discovery maupun eksplore bisa juga melibatkan proses berpikir yang kompleks selain proses stimulasi atau respon spontanitas.

Penerapan teori belajar kognitif dalam konsep menekankan pada beberapa poin penting seperti:

•    Adanya proses keterlibatan siswa untuk menemukan proses pengalaman belajarnya secara langsung

•    Terdapat motivasi tinggi mendukung siswa untuk mempelajari ilmu yang diperoleh dengan membandingkan situasi yang ada dalam kehidupan nyata.

•    Adanya keinginan menerapkan teori yang diperoleh dalam pembelajaran ke dalam kehidupan nyata.
Konsep dalam penerapan teori belajar bisa berjalan seimbang dan baik menurut karakteristik yang sudah ada diantaranya dengan menggunakan pendekatan:

1.    Pengaktifan kembali proses pengetahuan yang sudah dimiliki  membuat siswa tetap bisa memiliki pengetahuan keseluruhan yang saling berhubungan.

2.    Untuk lebih meningkatkan pengetahuan serta ilmu baru diperlukan pembelajaran yang bisa didapat dengan cara deduktif. Mempelajari keseluruhan ilmu yang akan dipelajari setelah itu mendapati detail yang dimiliki.

3.    Pemahaman suatu pengetahuan akan lebih baik jika bisa sepenuhnya dimengerti secara gambling dan jelas, bukannya secara hafalan.

Semoga saja penerapan teori belajar kognitif akan terus dikembangkan lebih baik lagi sehingga tercapai mutu dan kulitas yang diharapkan.

Selanjutnya : Sejarah Pertama Kali Diciptakan Musik Reggae
Sebelumnya: Suntik Vitamin C untuk Menambah Antioksidan Ke Tubuh
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar