Pengangguran di Indonesia Memperlemah Perekonomian


Salah satu penyebab mengapa pertumbuhan perekonomian bangsa masih sangat rendah adalah angka pengangguran di Indonesia yang masih sangat tinggi.  Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2013, angka pengangguran baru mengalami penurunan menjadi 7,17 juta dari 7,24 juta orang pada Agustus 2012.

Pengangguran

Beberapa faktor yang bisa dijadikan penyebab pengangguran di antaranya adalah ketidakseimbangan lapangan kerja dengan jumlah angkatan kerja, pergeseran penggunaan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dalam era teknologi, kurangnya pendidikan dan kreativitas dari para pencari kerja, kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan aturan yang berhubungan dengan industri dan perdagangan. Dari semua faktor penyebab pengangguran terdapat sebuah analisis yang mengatakan bahwa sistem pendidikan Indonesia termasuk ke dalamnya.

Pendidikan di Indonesia itu tidak efektif karena hanya menekankan pada pengetahuan teoretis. Dunia kerja membutuhkan lebih dari itu, di mana skill atau kemampuan serta keterampilan diperlukan. Sistem pendidikan tidak membentuk manusia menjadi kreatif. Kenyataan yang ada adalah sistem pendidikan mendidik manusia yang siap jadi pekerja dan bukannya memberikan daya kreasi untuk menciptakan suatu pekerjaan.

Setiap pandangan orang Indonesia mengenai sekolah adalah supaya bisa bekerja, tetapi bukannya mencerdaskan diri. Lalu, ketika lapangan pekerjaan membatasi kebutuhan akan tenaga kerja, kaum terdidik yang tidak lulus tes pekerjaan tidak berkreasi membentuk suatu kerja. Sudah rahasia umum bahwa di daerah-daerah tujuan orang kuliah adalah supaya bisa mengikuti tes pegawai negeri. Dari kenyataan yang ada bisa dilihat korelasinya dengan meningkatnya tingkat pengangguran.

Dampak pengangguran sangat besar terhadap perekonomian bangsa Indonesia. Pengangguran mengakibatkan pendapatan nasional riil (nyata) pada masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Ini berimbas pada rendahnya kemakmuran yang dicapai masyarakat.

Seterusnya, dampak pengangguran menyebabkan pendapatan nasional dari sector pajak berkurang sebagai dampak dari penurunan kegiatan perekonomian yang menurunkan pendapat masyarakat. Sasaran dari penurunan pajak yang menurun adalah dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ekonomi pemerintah berkurang lalu kegiatan pembangunan juga menurun.

Selain itu, dampak pengangguran di Indonesia juga mempengaruhi daya beli masyarakat dimana permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Para Investor tidak akan memperluas jangkauan industri jika terjadi hal di atas. Turunnya tingkat investasi menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak terpacu.

Selanjutnya : Tujuh Jenis Las yang Sering Digunakan
Sebelumnya: Mata Air di Cimoyan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar