Pengaruh Kekuasaan dalam Politik


Sebelum mengetahui pengaruh kekuasaan dalam politik perlulah kiranya mengetahui apa pengertian kekuasaan. Secara sederhana pemahaman tentang kekuasaan adalah hak untuk memerintah. Karena ada kekuasaan maka seseorang atau sekelompok orang akan memiliki hak untuk untuk memerintah. Perintah di sini adalah perintah untuk menjalankan atau tidak menjalankan sesuatu agar dapat meraih satu tujuan tertentu.

Tentu saja hak perintah ini akan berjalan mulur jika ada kekuatan. Tanpa kekuatan dan pengaruh hak ini tidak akan berjalan dengan baik. Dalam berbagai aspek kehidupan kekuasaan selalu dibutuhkan. Secara sederhana saja pada kehidupan rumah tangga. Rumah tangga adalah skala kehidupan sosial terkecil. Di mana dalam rumah tangga terdapat unsur-unsur sosial, yaitu ada pimpinan dan anggotanya. Ayah atau Bapak  biasanya menjadi pimpinan, sedangkan anggota keluarga yang lain menjadi anggotanya. Dengan kekuasaan dan kharismanya maka seorang Bapak akan mampu menjalankan roda kehidupan rumah tangga dengan baik.

Dalam Islam seorang Suami atau Ayah adalah menjadi Imam atau pemimpin bagi seluruh anggota keluarganya. Dalam kehidupan sosial terkecil ini  maka seorang Suami menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Keadaan ini menjadikan Semua kebijakan dan keputusan dalam rumah tangga dilakukan oleh suami atau ayah.

Kekuasan sangat dekat dengan kehidupan politik. Ada ungkapan bahwa politik itu kotor. Ini sangat bisa dipahami karena demi meraih satu tujuan dalam kehidupan politik maka segala cara biasanya akan dilakukan. Hantam sana hantam sini, tidak peduli siapa kawan siapa lawan semua disikat habis demi satu tujuan. Politikus dianggap kotor karena melakukan segala cara yang tidak elegan.

Seperti menjatuhkan kawan sendiri atau cara kotor lain bila perlu menghilangkan nyawa orang lain akan dilakukan demi satu tujuan. Kekuasan akan diraih bila seseorang mampu berpolitik. Maka Berpolitiklah bila ingin menjadi Penguasa. Bila seseorang ingin memiliki kekuasaan maka dengan jalan berpolitik maka kekuasaan dapat digenggam. Tentu saja tidak semua politikus itu busuk dan kotor.

Masih banyak politikus yang memiliki rasa kebangsaan yang tinggi dan tidak haus kekuasaan. Dengan cara elegan mereka berpolitik. Cara memerintah Secara santun dan cerdas. Dan cara ternyata ini jitu untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan cara santun dan elegan pengaruh kekuasaan dalam politik dapat digunakan untuk mencapai tujuan.

Selanjutnya : Kepanjangan dari CBR Honda
Sebelumnya: Tidak Ada Mukjizat untuk Manusia, Hanya Nabi yang Memilikinya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar