Pengaruh Model Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Siswa


Pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa menjadi perbincangan yang hangat. Penelitian kecil-kecilan yang dilakukan Elisa, mahasiswi dari Universitas Proklamasi 45 tentang wacana jam ke-nol kembali diadakan sekolah-sekolah di Jogyakarta. Hasilnya ternyata banyak suara para pelajar yang mengatakan bahwa jam ke-nol akan menambah daftar anak yang terlambat masuk sekolah.

Metode Pembelajaran

Ironisnya, salah satu jawaban yang sempat dilontarkan dalam tulisan mahasiswi dari Jogyakarta ini bahwa keterlambatan para pelajar tersebut karena melihat para pengajar sering datang terlambat. Dari kasus ini, ternyata pengaruh model pembelajaran sangat berpengaruh.

Model mampu membuat seseorang berubah sesuai dengan model itu sendiri. Ketika di dalam kelas guru mengatakan “Ayo! Ayo! Besok pagi kerja bakti membersihkan halaman sekolah!” yang akan terjadi apa, jika guru yang memerintahkan hanya duduk di dalam kantor? Atau hanya mandori siswanya saja?

Siswa akan menjadi bermalas-malasan membersihkan halaman sekolah sambil saling berbisik karena sikap mandori tersebut. Dilain kesempatan, ketika diberikan perintah yang sama, siswa memilih untuk tidak masuk sekolah sekalian mungkin. Berbeda ketika guru juga ikut berbaur kepada para siswa membersihkan bersama, bercengkrama bersama, maka siswa pun akan senang dengan guru tersebut.

Dua kasus inilah di atas ini menunjukkan bahwa model merupakan bentuk secara nyata dan otentik. Dengan kata lain, anak didik saat ini tidak membutuhkan yang namanya materi yang dijejal-jejalkan secara teori saja.

Mereka membutuhkan bentuk nyata dari apa yang diucapkan oleh model. Seperti kita menyukai salah satu artis di televisi, kita akan mengikuti cara berpakaian, cara berdandan, cara berjalan, dan banyak hal yang tentang artis tersebut, begitupun dalam dunia pendidikan.

Model dalam dunia pendidikan harusnya seperti model-model artis di televise, sehingga sosok yang bernama pengajar memiliki tantangan baru, yaitu bagaimana membuat anak didik menjadi tertarik dengan kepribadian si pengajar, yaitu dengan cara menjadi model terlebih dahulu bagi murid-muridnya.

Di sinilah yang ingin ditekankan bahwa Pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Seorang pelajar tidak akan mengikuti setiap perintah pengajar atau pendidik apabila pengajar itu tidak melakukan aksi sedikit pun dengan apa yang telah dikatakannya karena rasanya berbeda antara yang memerintah sambil memberikan bukti.

Selanjutnya : Penjelasan Unsur Intrensik dan Ekstrensik Novel
Sebelumnya: Adab Bergaul dalam Islam yang Banyak Dilanggar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar