Pengaturan Sirkulasi Udara di Perpustakaan yang Ideal


Ruang perpustakaan selalu identik dengan koleksi buku-buku yang jumlahnya tidak sedikit. Semakin lengkap koleksi buku-buku yang tersimpan di dalamnya, semakin sering pulalah perpustakaan tersebut dikunjungi. Sayangnya, sering kali ditemui ruang perpustakaan yang kecil tapi dengan jumlah buku-buku di dalamnya yang sangat banyak. Sehingga pengaturan sirkulasi udara di perpustakaan yang ideal tidak terpenuhi. Akibatnya, ruangan menjadi pengap, lembab, dan beraroma kurang segar.

Apabila pengaturan sirkulasi udara di ruang-ruang perpustakaan tidak dilakukan sebagaimana mestinya, maka akan berdampak pada sistem pernafasan orang-orang di dalamnya. Sebab, udara terasa kurang lepas dan tidak berganti. Otomatis, udara yang terhirup adalah udara yang hanya menumpuk di dalam ruangan tersebut saja.

Ada beberapa cara yang harus dipenuhi untuk membuat sirkulasi udara di ruang perpustakaan menjadi lancar dan segar. Di antaranya adalah sebagai berikut:

•  Jumlah jendela yang memadai. Apabila ingin mendirikan bangunan yang memang ditujukan untuk perpustakaan, maka rancanglah bangunan dengan jendela yang lebih banyak dan besar. Ini bertujuan agar udara segar bebas masuk melalui jendela yang ada.

•  Buka jendela 2x sehari. Meskipun ruang perpustakaan menggunakan AC, namun dalam satu hari jendela harus dibuka sedikitnya 2x, terutama pada waktu pagi dan sore hari. Ruangan yang selalu ber-AC pun tidak baik untuk kesehatan.

•  Bersihkan buku-buku. Tidak semua jenis buku yang dipegang silih berganti oleh pengunjung perpustakaan. Beberapa buku-buku yang jarang tersentuh justru akan menjadi tempat bersarangnya debu. Debu yang melekat pada buku-buku akan mengontaminasi udara bersih. Jadi usahakan membersihkan buku minimal dua hari sekali.

•  Mengatur tata letak. Memang, memiliki ruang perpustakaan yang sempit agak sulit mengatur tata letak rak, buku-buku di dalamnya, meja, dan kursi. Akibatnya ruangan terasa semakin sesak. Bila ruangan perpustakaan kecil, abaikan penggunaan kursi dan meja pengunjung di dalamnya. Duduk di lantai sambil membaca sah-sah saja dilakukan, asal lantai senantiasa dijaga kebersihannya.

Demikian pengaturan sirkulasi udara di perpustakaan yang ideal. Semoga dapat diterapkan di perpustakaan favorit Anda.

Selanjutnya : Pengertian Sustainable dalam Perubahan Kejiwaan Manusia
Sebelumnya: Dampak Pergantian Perusahaan Manufacturing bagi Tenaga Kerja
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar