Pengertian Belanja Langsung


Sering rasanya kita mendengar kalimat belanja langsung, baik dalam percakapan sehari-hari maupun pada kesempatan formal. Contohnya saja pada bidang pemerintahan, belanja langsung kerap digaungkan dalam rapat-rapat anggota legislatif, biasanya selalu berpasangan dan dihubung-hubungkan dengan kalimat belanja tidak langsung. Sesungguhnya apakah pengertian belanja langsung itu? Serta apa dan bagaimana hubungannya dengan belanja tidak langsung di dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan? Berikut ini akan kita dijelaskan mengenai perbedaannya.

Dalam pemerintahan belanja langsung dan belanja tidak langsung berhubungan erat dengan perencanaan atau analisis penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN untuk pemerintahan pusat dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD untuk pemerintah daerah.

Dalam menetapkan anggaran tahun selanjutnya, pemerintah perlu menetapkan Analisa Standar Biaya atau ASB. Analisis standar biaya berfungsi untuk memacu pejabat terkait agar melakukan penetapan biaya dalam anggaran pemerintah serta pengalokasian biaya atau anggaran tersebut kedalam unit kerja yang logis, efisien dan berkesinambungan.

Dengan adanya analisis dari ASB, maka pemerintah memiliki semacam pembanding dalam menggelontorkan sejumlah biaya atau dalam bahasa lain disebut konsumsi belanja agar lebih logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menyusun analisis standar biaya tersebut, maka dibutuhkan total belanja langsung dan tidak langsung sebagai formula penyusun ASB.

Belanja langsung adalah belanja dilakukan sebagai dampak langsung karena adanya kegiatan dan program-program yang dilakukan oleh organisasi, dalam hal ini pemerintah. Belanja tidak langsung adalah belanja yang tidak berkenaan atau tidak dipengaruhi secara langsung oleh kegiatan ataupun program-program.

Dalam pemerintahan daerah, belanja langsung dan belanja tidak langsung dapat berupa belanja (gaji dan tunjangan) pegawai/aparatur, pembelian barang atau jasa, biaya pemeliharaan  serta perjalanan dinas. Jika belanja langsung merupakan biaya yang langsung timbul karena adanya suatu program, maka hasil atau output dari anggaran belanja langsung dapat diperbandingkan dengan hasil dan pencapaian program yang diharapkan. Belanja tidak langsung tidak dapat diukur outputnya karena merupakan pembiayaan koordinasi kegiatan operasional organisasi. Dalam hal ini pemerintahan yang bersifat umum atau belanja yang digunakan secara bersama-sama.

Demikianlah pengertian belanja langsung dan tidak langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Selanjutnya : Tokek Raksasa Kalimantan
Sebelumnya: Konsep Timbul Perasaan Cinta dalam Diri Manusia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar