Pengertian Hukum Perjanjian


Perjanjian dan syarat-syaratnya bukanlah hal yang asing bagi kita, namun tak sedikit orang yang masih belum mengerti akan pengertian hukum perjanjian. Sebelum membahas lebih detail tentang hukum perjanjian, ada baiknya kita sedikit mempelajari tentang perjanjian itu sendiri.

Perjanjian adalah perbuatan menyepakati sesuatu yang terjadi antara dua pihak dengan tujuan tertentu. Kedua pihak ini kemudian harus memenuhi hak dan kewajiban sesuai dengan kesepakatan yang sudah disetujui bersama, karena itu perjanjian ini bersifat terikat sekaligus memaksa. Selama dua pihak ini terikat perjanjian, salah satunya tidak boleh melakukan pembatalan, kecuali terjadi kesepakatan baru.

Menurut Kitab UU Hukum Perdata, perjanjian bisa berarti adanya suatu perbuatan yang dilakukan oleh satu orang maupun lebih dan mengikatkan dirinya pada orang lain. Jadi, apabila kita mengikrarkan atau membuat sebuah janji pada orang lain, maka kita terikat pada orang tersebut.

Dari sedikit uraian di atas, maka kita bisa menafsirkan bahwa hukum perjanjian adalah syarat-syarat yang ditetapkan untuk mengatur aktivitas perjanjian. Hukum ini dibuat sebagai pencegah sekaligus untuk menindaklanjuti perbuatan-perbuatan yang dianggap melanggar aturan. Namun, hukum perjanjian hanya akan berlaku apabila suatu perjanjian memenuhi syarat-syarat tertentu.

Berikut ini adalah syarat-syarat agar perjanjiaan dianggap sah.

1.  Adanya kesepakatan yang terjadi antara dua pihak. Kedua pihak ini harus benar-benar mengerti tentang apa yang menjadi pokok perjanjian sehingga diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman.

2.  Pihak-pihak yang melakukan perjanjian adalah orang-orang yang cakap, artinya mampu melakukan perjanjian dan memenuhinya. Menurut Kitab UU Hukum Perdata, salah satu contoh orang yang dianggap tidak cakap adalah orang yang belum dewasa.

3.  Objek perjanjian harus jelas, termasuk jenis dan jumlahnya.

4.  Perjanjian harus dilakukan dengan tujuan yang halal atau legal di mata hukum. Perjanjian yang dibuat dengan tujuan yang bertentangan dengan hukum akan dianggap tidak sah.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian hukum perjanjian, definisi serta syarat-syarat sah perjanjian. Sudah seharusnya orang atau pihak-pihak yang ingin melakukan perjanjian mengerti benar tentang hal-hal pokok di atas sehingga perjanjian bisa dilakukan dengan benar tanpa ada yang dirugikan.

Selanjutnya : Tempat yang Bagus di Jepang
Sebelumnya: Mengetahui Pengertian Etika Keperawatan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar