Pengertian Motorik Kasar


Pengertian motorik kasar adalah kemampuan yang diperlukan sejak usia balita hingga dewasa. Kemampuan untuk menggerakkan otot-otot besar seperti kaki, tangan, dan seluruh tubuh yang merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangan manusia.

Perkembangan motorik terbagi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Gerakan motorik kasar membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh.

Kajian tentang motorik kasar merupakan ranah Ilmu Psikologi Perkembangan, Ilmu Pendidikan Anak Usia Dini, dan Ilmu Kedokteran. Ahli Psikologi Perkembangan yang sering dijadikan rujukan adalah Sigmund Freud, Elizabeth Hurlock, Vimala Pilari, dan Eric Erickson.

Manfaat Keterampilan Motorik Kasar

Keterampilan motorik kasar yang dikembangkan dengan baik dapat menjadi cara untuk menelusuri minat dan bakat anak. Karena anak yang memiliki kemampuan motorik kasar yang baik umumnya berbakat dalam bidang olahraga (atletik, renang, bulutangkis, sepakbola), seni tari, seni musik, ataupun bela diri.

Perkembangan motorik kasar pada anak adalah aspek perkembangan anak yang harus diamati oleh setiap orangtua dan segera diambil tindakan dengan memeriksakannya kepada dokter spesialis anak bila dalam usia tertentu anak belum memiliki kemampuan motorik kasar tersebut.

Misalnya bayi usia 3 bulan seharusnya sudah bisa telungkup, balita usia 6 bulan bisa merangkak, anak usia setahun bisa berdiri dan berjalan, balita usia 2 tahun sudah bisa berlari. Kemampuan motorik kasar berkembang dengan tahapan yang berurutan.

Apabila aspek perkembangan motorik terganggu pada masa balita maka akan sangat berpengaruh ketika anak besar nanti. Perbanyak aktivitas anak di luar rumah sangat efektif untuk membantu mengembangkan motorik kasar anak.

Pilih taman kanak-kanak (TK) atau pendidikan prasekolah (PAUD) yang memiliki program belajar atau kurikulum yang merangsang perkembangan motorik kasar anak misalnya senam dengan musik, bernyanyi sambil menari, dll.

Kegunaan Motorik Kasar

Contoh motorik kasar pada anak di antaranya adalah merentangkan tangan, membungkuk, jongkok, duduk, berbaring, menendang, mengendarai mainan, menangkap, melempar, naik atau turun tangga, menarik, mendorong, berayun, bergantungan, memukul, berguling, melompat, berlari, berjalan, memanjat dan merangkak.

Kegunaan motorik kasar pada anak adalah agar anak lebih mandiri sementara pada orang dewasa agar mampu melakukan berbagai aktivitas normal tanpa bantuan orang lain.  Penyandang disabilitas atau penyandang cacat kurang memiliki kemampuan motorik kasar sehingga memiliki beberapa hambatan untuk melaksanakan aktivitasnya dan memerlukan bantuan orang lain.

Demikian artikel mengenai pengertian motorik kasar. Semoga bermanfaat untuk membantu mengoptimalkan perkembangan putra-putri anda.

Selanjutnya : Jalan Usaha Menuju Sukses
Sebelumnya: Memilih Nama-Nama Panggilan Sayang Buat Pacar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar