Pengertian Politik Pintu Terbuka


Pengertian politik pintu terbuka mengacu pada pelaksanaan politik kolonial liberal di Indonesia, di mana golongan liberal Belanda berpendapat bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia harus ditangani oleh pihak swasta, sementara pemerintah cukup berperan mengawasi saja. Sistem ekonomi liberal diyakini akan meningkatkan produksi perkebunan dan pendapatan negara serta berimplikasi pada penghapusan sistem tanam paksa di Indonesia tahun 1870.

Politik Pintu Terbuka

Pengaruh politik pintu terbuka atau open door policy berdampak pada masuknya pengusaha Eropa yang menanamkan modalnya secara besar-besaran dengan mendirikan pabrik dan perkebunan tembakau dan karet di Sumatera Utara, perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur, perkebunan teh dan kina di Jawa Barat.

Pemerintahan Hindia Belanda pun mengeluarkan peraturan sistem ekonomi pintu terbuka, yaitu : 1) Undang-undang Agraria yang mengklaim bahwa seluruh tanah milik penduduk Indonesia adalah milik pemerintah belanda. Hukum agraria zaman Belanda ini telah diganti dengan Undang-undang Pokok Agraria Tahun 1960; 2) Undang-undang Gula yang menyatakan bahwa tebu harus diproses di Indonesia dan tidak boleh diangkut ke luar negeri, sehingga mengakibatkan banyak pihak swasta mendirikan pabrik gula baru.

Namun, dampak politik pintu terbuka tetap tidak mengubah kehidupan rakyat Indonesia, bahkan menyebabkan mereka semakin miskin dan menderita. Saat tanam paksa, rakyat dieksploitasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Lalu, pada masa politik pintu terbuka, rakyat dieksploitasi oleh pengusaha swasta Eropa. Rakyat yang bekerja di perkebunan pun diikat kontrak panjang dengan upah rendah.

Van Deventer adalah tokoh intelektual Belanda yang banyak mengkritik praktik liberalisme ini dan menyarankan politik etis sebagai upaya untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat Indonesia sebagai utang budi atas kemakmuran pesat yang diperoleh bangsa Belanda.

Politik balas budi Van Deventer menganjurkan pemerintah Belanda membalas budi melalui Trilogi Van Deventer, yaitu: 1) pendidikan yang kemudian menghasilkan kaum cendekiawan Indonesia dan founding fathers; 2) irigasi untuk membantu pengairan pertanian rakyat; 3) emigrasi atau perpindahan penduduk dari Pulau Jawa ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Namun, terjadi banyak penyimpangan pelaksanaan politik balas budi yang kemudian menjadi cikal bakal pergerakan kemerdekaan di Indonesia yang dipelopori oleh para kaum terdidik Indonesia yang telah mengenyam pendidikan tinggi di Negeri Belanda.
Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian politik pintu terbuka yang perlu Anda ketahui karena merupakan masa-masa penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya : Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Vios
Sebelumnya: Menelaah Plus Minus Penelitian Kuantitatif
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar