Pengertian Pupuk Anorganik


Pengertian pupuk anorganik (pupuk buatan) adalah pupuk yang terbuat dari proses rekayasa biologis, kimia, atau fisika. Definisi pupuk organik umumnya mengacu pada pupuk yang diproduksi oleh pabrik-pabrik pupuk untuk memenuhi kebutuhan unsur-unsur hara tanaman yang kurang atau tidak tersedia di alam.

Jenis-jenis pupuk anorganik dibedakan menjadi dua macam, sebagai berikut.

  • Pupuk majemuk, yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara. Misalnya pupuk NPK, NK,PK, NP.
  • Pupuk tunggal, yaitu pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara. Misalnya pupuk K, N, P. Bentuk pupuk anorganik terdiri atas pupuk cair dan pupuk padat yang berupa pellet/tablet, tepung/powder, butiran/granul.

Macam-macam Pupuk Buatan

  • Pupuk hara mikro adalah pupuk dengan kandungan Mo (molibdenum), Mn (mangan), Cu (tembaga), Co (cobalt), B (boron), dan ZN (seng).
  • 2) Pupuk hara makro campuran yaitu pupuk dengan kandungan hara mikro dan hara makro.
  • Pupuk hara makro sekunder adalah pupuk dengan kandungan belerang (S), magnesium (Mg), kalsium (Ca).
  • Pupuk hara makro primer adalah pupuk dengan kandungan unsur hara utama tunggal maupun majemuk seperti pupuk urea, pupuk fosfor, pupuk KCL, ZA, TSP, SP-36.

Cara Pemakaian Pupuk Anorganik

Gunakan 26 jenis pupuk SNI (Standar Nasional Indonesia), pupuk yang terdaftar di Departemen Pertanian. Kadar logam berat dalam pupuk tidak melebih toleransi sesuai dengan keputusan menteri pertanian tentang syarat dan tata cara pendaftaran pupuk anorganik.

Pedoman Penggunaan Pupuk Anorganik

  • Memerhatikan teknologi pemupukan spesifik lokasi dan arahan penyuluh pertanian.
  • Mengikuti ketentuan dan dosis penggunaan pupuk anorganik yang tercantum pada label/brosur.
  • Tidak dianjurkan menggunakan pupuk yang belum terdaftar SNI/Departemen Pertanian. Menerapkan pemupukan berimbang antara pupuk organik dan pupuk anorganik.
  • Melakukan evaluasi berkala mengenai dampak penggunaan pupuk sintetis.

Keuntungan Pemakaian Pupuk Anorganik

  • Mudah diangkut ke lahan pertanian sesuai kebutuhan serta bobotnya lebih ringan dibandingkan pupuk organik.
  • Tersedia dalam jumlah cukup dan dapat digunakan sesuai takaran.
  • Memenuhi kebutuhan hara tanaman dalam perbandingan yang tepat.
  • Penggunaannya terukur.

Setelah memahami pengertian pupuk anorganik, semoga kita menjadi lebih rasional dan efisien dalam melakukan pemupukan tanaman dengan selalu memerhatikan keberlangsungan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

Selanjutnya : Definisi Kreativitas dalam Usaha dan Pengertian Inovasi
Sebelumnya: Teknik Tanam agar Jagung Bertongkol Banyak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar