Pengertian Makanan Dan Minuman Haram

Pengertian makanan dan minuman haram adalah mengacu pada jenis makanan di mana Muslim taat tidak diperbolehkan untuk konsumsi. Makanan yang dianggap halal, atau diperbolehkan, tidak boleh mengandung produk hewan tertentu, terutama babi. Daging dari hewan yang tidak disembelih menurut aturan halal juga dianggap haram atau dilarang. Makanan atau minuman yang mengandung darah atau minuman keras juga dianggap haram.

Makanan Dan Minuman yang Halal Dan Haram Bagi Umat Muslim

Orang Muslim mengkategorikan makanan ke dalam dua kategori utama, halal dan haram. Halal harfiah berarti diperbolehkan dalam bahasa Arab, dan haram diterjemahkan menjadi terlarang. Al-Qur’an, atau kitab suci agama Islam, dan dari dalil-dalil yang ada akan menguraikan makanan mana yang masuk dalam kategori ini.

Beberapa makanan lain juga dapat dianggap dipertanyakan, atau makruh, dan mereka juga sebisa mungkin baiknya harus dihindari. Tidak menjalani pola hidup benar-benar halal dan malah makan makanan haram dianggap berdosa dalam agama Islam.

Sumber makanan dalam membedakan antara halal dan haram dapat menjadi penting. Makanan nabati, seperti sayuran, biasanya dianggap diperbolehkan. Satu-satunya pengecualian adalah tanaman yang dapat menyebabkan keracunan, seperti ganja dalam dosis besar. Tapi bila dalam dosis tertentu itu akan diperbolehkan, misalkan jengkol, petai, oncom, permen, terasi, sambal, dsb.

Daging babi dan apa pun yang mengandung babi oleh produk yang dianggap makanan haram. Al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa babi adalah binatang haram, dan dengan demikian tidak boleh dikonsumsi. Bacon dan babi daging, bersama dengan hal-hal seperti kulit babi, dilarang dimakan dan penggunaannya dalam produk olahan lain di awasi. Daging dari beberapa hewan lain juga dianggap najis. Tikus, misalnya, akan dianggap sebagai makanan haram. Serangga dan cacing juga dilarang.

Hukum makanan Islam mensyaratkan hewan yang akan disembelih dengan pisau yang sangat tajam. Vena jugularis dan arteri corotid harus dipotong, bersama dengan tenggorokan, tetapi sumsum tulang belakang tidak boleh terputus. Peralatan yang digunakan selama pembantaian harus didoakan, dan hewan itu harus disembelih atas nama Tuhan.

Setiap hewan yang disembelih atas nama Tuhan lain dianggap haram.  Juga, hewan harus tenang dan cukup gizi, dan tidak disembelih saat dilihat oleh hewan lainnya. Darah beku atau marus juga dianggap haram. Alkohol dan obat-obatan lainnya juga dianggap haram dimakan untuk senang senang. Demikianlah pengertian makanan dan minuman haram.

Selanjutnya : Negara Anggota Asean
Sebelumnya: Artikel Naruto Shippuden
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...