Penggunaan dan Penulisan Gelar sesuai EYD

Penggunaan dan penulisan gelar sesuai EYD kini semakin menjadi perhatian serius. Tak dipungkiri kurikulum pendidikan yang kurang ideal saat ini membuat lulusannya pun memiliki kualitas yang rendah.

Jika para penulis dan editor di masa lalu menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sebagai acuan untuk menulis, kini tak jarang kaidah tersebut dilanggar dengan maraknya penggunaan bahasa alay.

Bahasa alay atau penulisan kata dengan huruf yang bercampur dengan angka atau tanda baca dianggap keren dan paling benar. Bahkan ada editor yang menyarankan menulis dengan bahasa kacau ketimbang bahasa baku yang diakui.

Lalu apa jadinya jika penggunaan dan penulisan gelar juga ditulis asal-asalan? Tentu memprihatinkan. Berikut ini adalah beberapa petunjuk bagaimana penulisan gelar yang sesuai dengan EYD.

Pada aturan EYD, berlaku aturan untuk penulisan singkatan yaitu menggunakan tanda titik “.” dan tanda koma “,”. Pada setiap huruf kapital yang merupakan singkatan gelar, harus dibubuhi titik di antara huruf. Misalnya: S.H. atau S.T.

Posisi gelar terletak di belakang nama orang penyandang gelar tersebut. Biasanya ini berlaku untuk gelar jenjang S1 dan S2. Jangan lupa untuk membubuhi tanda koma setelah nama orang sebelum membubuhi gelar. Misalnya Togar Arya Mozes Uktolseja, S.T.

Jika ternyata orang tersebut memiliki gelar lebih dari satu, maka di antara gunakan tanda koma untuk memisahkan antar gelar tersebut. Misalnya: Anita Purwitasari, S.T., M.M.

Pada nama yang tidak membubuhkan titik di antara huruf kapital singkatan gelar, maka bisa saja singkatan tersebut merupakan nama. Misalnya Kemal Arthur SH. Bisa jadi sebenarnya itu adalah nama pribadi seperti Kemal Arthur Sultan Hassanudin, atau mungkin Kemal Arthur Sitti Hajar.

Gelar dengan huruf depan S adalah gelar jenjang S1 yang merupakan kepanjangan dari Sarjana. Sedangkan gelar dengan huruf depan M. adalah gelar jenjang S2 yang merupakan kepanjangan dari Magister.

Huruf kedua atau ketiga dari gelar biasanya menunjukkan bidang keahlian dari gelar tersebut. Misalnya S.H. artinya Sarjana Hukum, S.Psi. artinya Sarjana Psikologi atau M.T. yang artinya Magister Teknik dan M. M. yang artinya Magister Manajemen.

Namun pada penulisan gelar jenjang S3, penempatannya dilakukan sebelum nama penyandang gelar tersebut. Penulisan gelar Doktor atau DR. diletakkan sebelum nama dari penyandang gelar tersebut. Misalnya DR. Pronocitro Singobarong, S.T., M.T. Demikianlah beberapa contoh penggunaan dan penulisan gelar sesuai EYD.

Loading...
Selanjutnya : Ciri-ciri Iklim Tropis yang Dapat Ditemui di Indonesia
Sebelumnya: Sekolah Musik Miladomus: Tempat Kursus Kecapi China Unggulan di Jakarta
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar