Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Berupa Seni Bangunan di Indonesia


Peninggalan peninggalan bercorak Islam berupa seni bangunan di Nusantara masih bisa kita lihat dan sentuh hingga saat ini. Hal ini sebagai bukti bahwa Islam telah mengakar pada hati sanubari rakyat negeri ini sejak dahulu. Islam adalah agama yang bisa dipeluk semua manusia, karena tidak membedakan suku, etnis, bangsa, warna kulit dan perbedaan lainnya.

Setelah Islam dipeluk sebagai agama oleh para penduduk, kemudian merubah sistem tata aturan masyarakat. Bermunculanlah kesultanan-kesultanan yang menjadi institusi legal dalam menerapkan syariah Islam secara secara menyeluruh pada setiap sendi kehidupan masyarakat. Samudera Pasai telah meninggalkan hukum adat untuk diganti dengan syariah Islam pada abad ke-17 M.

Berikut ini adalah beberapa peninggalan seni bangunan bercorak Islam.

Peninggalan Islam Berupa Bangunan – Masjid Sultan Syarif Abdurrahman

Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman yang terletak di Pontianak ini telah berdiri semenjak abak ke-17 Masehi. Peninggalan bangunan Islam ini merupakan masjid besar yang pernah dibuat pada masa Kesultanan Pontianak.

Masjid ini dibangun atas prakarsa Sultan Syarif Abdurrahman yang kemudian menjadi nama masjid ini. Peninggalan bangunan Islam Istana Sultan Syarif Abdurrahman sangat dekat dengan masjid ini, yang populer dengan nama sebutan Istana Kesultanan Kadriyah.

Bangunan peninggalan sejarah Islam ini memiliki banyak fungsi, yaitu selain berfungsi sebagai pusat ibadah, pengajian tsaqofah Islam, dan sebagai pusat pemerintahan kesultanan. Masjid besar ini juga menjadi pusat penyebaran agama Islam di Pontianak.

Peninggalan Islam Berupa Bangunan – Masjid Pathok Nagara

Masjid Patimburak adalah sebuah mesjid yang berusia lebih dari 2 abad, dan terletak di wilayah Kokas, Fakfak, Papua Barat. Masjid peninggalan sejarah Islam ini menunjukkan bahwa dakwah di pulau Papua telah berlangsung sejak lama. Bangunan bercorak seni Islam ini masih dapat dilihat berdiri tegap seakan tidak termakan usia. Imam Abuhari Kilian adalah pendiri utama masjid besar ini pada tahun 1870.

Masjid Patimburak telah mengalami beberapa kali renovasi, tetapi bangunan seni peninggalan sejarah Islam ini tepat terlihat keunikan pada desain arsitekturnya. Beberapa material asli masih tetap menempel di peninggalan sejarah bercorak Islam ini, misalnya empat pilar penyangga besar di dalam masjid.
Peninggalan peninggalan bercorak Islam berupa seni bangunan di Nusantara menjadi penggugah semangat umat Islam untuk kembali berdakwah.

Selanjutnya : Tujuan Komunikasi Antarpribadi Dan Contohnya
Sebelumnya: Seni Patung Ekspresionisme
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar