Peninggalan-peninggalan Sejarah Kerajaan Kerajaan Islam


Peninggalan-peninggalan sejarah kerajaan kerajaan Islam di Nusantara adalah bukti bahwa ada dakwah yang disebarkan oleh para ulama yang didukung kekuatan global khilafah di zaman dahulu. Kegiatan perdagangan adalah cara penyebaran Islam di Nusantara yang pertama kali dilakukan. Hal itu bisa dilihat dengan penyebaran agama Nabi Muhammad SAW di Gowa. Para pedagang waktu itu merangkap sebagai para dai dalam memberikan pengajaran Islam. Seorang pedagang Muslim mendapatkan kewajiban yang sama dari Allah Swt., untuk berdakwah tanpa membedakan profesi.

Dakwah penyebaran Islam yang dilakukan para pedagang di negeri ini diduga kuat dilakukan pada awal abad ke-7 Masehi, dan diakhir abad ke-13 Masehi sudah ada bentuk kesultanan-kesultanan Islam. Peninggalan-peninggalan sejarah yang masih bisa ditelusuri menunjukkan bahwa para sultan Islam di Indonesia telah masuk ke dalam dunia Islam pada saat kepemimpinan khalifah pada abad ke-9 Masehi.

Para sultan di Indonesia telah diangkat dan diberikan wewenang oleh Amir Hijaz atas persetujuan dari Khalifah Utsmani untuk memimpin Nusantara dengan syariah Islam. Para sultan dalam menjalankan kekuasaannya telah mendapatkan banyak bantuan politik dan militer dari Khalifah Utsmani.

Peninggalan Sejarah Kerajaan Islam – Masjid Laweyan

Masjid Laweyan adalah masjid yang telah berusia 5 abad dan masjid paling tua di kota Surakarta. Masjid ini telah menjadi saksi sejarah para pejuang Islam dalam melawan penjajah di Nusantara, terutama di kota Solo, mulai dari Belanda, Jepang dan sekutu. Masjid Laweyan masih berdiri dengan kuat dan kokoh. Peninggalan sejarah Islam tertua ini memiliki arsitektur  yang unik dan khas yang dihasilkan kolaborasi antara seni Islam, Cina, dan Jawa.

Peninggalan Sejarah Kerajaan Islam – Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak terkategori masuk dalam masjid tertua di Nusantara. Masjid Agung ini bukan hanya digunakan sebagai ibadah ritual saja, namun juga sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Islam Demak. Masjid kerajaan Islam ini terletak di Glagahwangi dan dibangun pada tahun 1466 Masehi. Para walisongo yang ikut dalam aktifitas politik untuk menjaga umat dan menyebarkan dakwah sering berkumpul di Masjid Agung Demak, misalnya panglima perang Sunan Kudus yang didukung para wali yang lainnya pernah melakukan peperangan pada kerajaan Majapahit di kala itu.

Peninggalan peninggalan sejarah kerajaan kerajaan islam tersebut menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat sholat berjamaah dan pengajian, melainkan memiliki fungsi utama sebagai pusat pemerintahan dan politik.

Selanjutnya : 25 Nabi dan Rasul Yang Wajib Diketahui
Sebelumnya: Tujuan Komunikasi Antarpribadi Dan Contohnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar