Ringkasan Penjelasan Tentang Tumbuhan Dikotil


Penjelasan tentang tumbuhan dikotil sudah diberikan kepada kita sejak duduk di bangku sekolah dasar. Pengenalan beragam jenis tumbuhan seperti pohon mangga, rambutan, kacang tanah merupakan salah satu pembelajaran kepada anak-anak mengenai kelompok tumbuhan dikotil. Kita diberitahu cara biji tumbuhan tersebut berkecambah, morfologi bagian akar, keping lembaga, tunas muda. Pengenalan bagian bunga beserta susunan dan bagian-bagiannya tidak luput diperkenalkan.

Mengenal Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil merupakan sebutan bagi jenis-jenis yang bijinya berkeping dua. Kita dapat melakukan pengamatan langsung pada perkecambahan biji mangga. Saat biji mangga menemukan lingkungan yang sesuai, keping lembaga akan pecah, mengeluarkan bagian tunas dan akar. Bagian tunas selalu tumbuh mengarah ke arah cahaya matahari. sedangkan bagian akar selalu mengarah ke inti gravitasi Bumi.

Penjelasan mengenai tumbuhan dikotil dari cara perkecambahan biji mangga seperti ini akan mudah dipahami. Pada tumbuhan yang berhabitus herba, kita akan menemui banyak kesulitan dalam memahami perbedaan antara jenis tumbuhan dikotil dan monokotil. Banyak anak-anak yang terkecoh dalam pengertian jenis-jenis tumbuhan dikotil dengan melihat tampilan habitusnya.

Anak-anak akan mengira semua pohon keras masuk dikotil. Padahal, kacang tanah berhabitus herba, tetapi masuk tumbuhan berkeping dua. Demikian pula, ketika anak-anak melihat pohon kelapa, mereka langsung menggolongkannya pada tumbuhan berkeping dua. Padahal, kelapa masuk tumbuhan monokotil. Seebenarnya ada lagi golongan tumbuhan yang berkeping banyak, yakni dari kelompok Gymnospermae. Saat terjadi proses perkecambahan biji, jumlah keping lembaga yang terbelah lebih dari dua yakni bisa empat, enam dan delapan tergantung jenisnya.

Penjelasan tentang tumbuhan dikotil memiliki banyak manfaat bagi para praktisi pertanian dan kehutanan. Manfaat dalam klasifikasi tumbuhan berdasarkan urutan takson banyak dipakai oleh para ahli biologi. Ahli biologi dapat mengidentifikasi tumbuhan yang belum dikenal namanya dengan melihat cara perkecambahannya. Para praktisi pertanian dapat mengetahui sifat-sifat perakaran tumbuhan dari tipe bijinya. Jika biji tersebut termasuk dikotil, sistem perakaran berupa akar tunggang. Ini berarti ketersediaan hara yang cukup di awal perkecambahan mutlak tersedia. Perawatan dan pemeliharaan pada awal perkecambahan benar-benar harus terjaga sebelum muncul daun baru. Pasalnya, tunas yang terpotong akan mengakibatkan kematian pada kecambah tersebut.

Selanjutnya : Rumah Sakit Singapura yang Bagus
Sebelumnya: Aneka Rujak di Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar