Belajar Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Penulisan daftar pustaka dari internet pada dasarnya sama dengan menulis daftar pustaka pada umumnya, yang referensinya diambil dari beberapa buku. Daftar pustaka merupakan bagian dalam sebuah karya tulis, makalah, bahkan buku paling populer sekalipun yang sangat jarang diperhatikan oleh pembaca. Kecuali, Anda yang memang gemar menulis, tentunya pasti penasaran untuk mengetahui sumber-sumber informasi atau referensi dari bacaan Anda.

Posisi daftar pustaka biasanya berada di bagian akhir sebuah tulisan. Meski banyak yang menganggapnya tidak perlu dibaca, tetapi daftar pustaka wajib ada sebagai pelengkap sebuah tulisan. Selain itu, daftar pustaka juga sebagai bentuk pengakuan, dan penghargaan terhadap hasil karya seseorang. Serta, upaya untuk menghindari masalah hukum, terkait pelanggaran atas hak paten karena tindakan plagiasi/copy-paste.

Loading...

Lantas, apa yang beda dengan penulisan daftar pustaka dari internet? Sebenarnya, aspek yang membedakan hanya terletak pada struktur penulisan. Terutama pencantuman waktu dan tanggal saat sebuah informasi diakses. Hal itu penting, lantaran sebuah tulisan yang dipublish melalui internet, memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk diedit, atau disunting baik oleh penulis maupun si pembaca.

Formula Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Sejauh ini, formula penulisan daftar pustaka dari internet belum ada yang paten. Namun, rumus penulisan daftar pustaka berikut, bisa menjadi acuan. Mulai dari pencantuman nama penulis. Nama penulis sebaiknya diawali dengan huruf kapital, kemudian diberi tanda koma. Selanjutnya, tahun postingan tulisan yang disertai dengan tanda titik. Berikutnya adalah judul tulisan yang diikuti tanda titik. Dilanjutkan dengan waktu akses sebuah tulisan, dan alamat lengkap URL.

Contoh:

Indah Febriany, 2013. Momentum Internasional Jadikan Indonesia Lebih Maju. Diakses tanggal 12 Oktober 2013, melalui http://indahfebriany.blogspot.com/2013/09/abac-writing-competition-momentum.html.

Di dunia maya, ada ribuan atau bahkan jutaan tulisan yang tidak jelas penulisnya. Jika salah satu sumber referensi Anda juga tidak menyebutkan dengan jelas siapa pemiliknya, dan kapan tulisan tersebut diposting, pada penulisan daftar pustaka cukup diisi dengan tanda “——-“. Karena, yang paling utama adalah waktu akses, judul dan link URL, agar lebih memudahkan pembaca untuk mencari dari mana sebuah informasi itu didapatkan.

Poin penting yang juga harus diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka dari internet, yakni alamat URL (Universal Resource Locator). URL adalah clue untuk menuju sebuah website. Jadi, penulisan URL sedikitpun tidak boleh salah, karena akan berpengaruh pada tulisan Anda. Semoga bisa membantu Anda yang memang tengah bingung untuk menuliskan sumber data yang berasal dari situs online.

Loading...
Selanjutnya : Apakah Makanan yang Bergisi Penting untuk Tubuh Kita Selama Fitnes
Sebelumnya: Arti Perdata Intern dan Hukum Perdata Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar